Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

XL Axiata

Pelanggan XL Axiata Alami Penurunan Tipis, Pendapatan Rata-rata Tetap Stabil

XL Axiata juga mengenalkan beberapa penawaran baru selama triwulan 1 ini demi menjaga pendapatan tetap stabil.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
XL Axiata
Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini 

TRUBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menyebutkan, total pelanggan XL Axiata di periode ini turun tipis menjadi 55,5 juta karena persaingan yang semakin ketat.

"Meski demikian, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) tetap stabil di 36 ribu, sama dengan kuartal sebelumnya (QoQ) dan meningkat sebesar 6 persen dibandingkan dengan 1Q 2019 (YoY)," katanya, Senin (11/5/2020).

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa XL Axiata juga mengenalkan beberapa penawaran baru selama triwulan 1 ini demi menjaga pendapatan tetap stabil.

"Penawaran tersebut berupa Fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas," ungkapnya.

Di sisi lain, menurut Dian beban usaha menurun 10 persen YoY dan menurun 13 persen QoQ.

Hal ini bisa terjadi karena beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23 persen YoY dan -24 persen QoQ) sebagai hasil dari adopsi IFRS 16.

"Sementara itu, biaya interkoneksi dan biaya lainnya turun 9 persen lebih rendah YoY karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice. Biaya pemasaran juga turun 1 persen lebih rendah YoY karena terjadinya pergeseran pengeluaran ke digital," bebernya.

Lebih jauh disampaikan bahwa, XL Axiata terus berinvestasi untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringannya di seluruh Indonesia.

Per akhir Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133 ribu BTS, meningkat 9 persen dbandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Sebanyak lebih dari 43 ribu BTS di antaranya merupakan BTS 4G.

"Jaringan 4G XL Axiata kini telah hadir dan melayani pelanggan di 449 kota atau kabupaten yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia," bebernya.

Meskipun pandemi Covid-19, Dian berharap, instalasi jaringan terus berjalan sesuai rencana tanpa gangguan dan mayoritas diharapkan akan selesai sebelum lebaran.

Mengenai neraca perusahaan, Dian mengatakan bahwa semuanya tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah proses penjualan menara.

Rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga ada di bawah 1x. Free Cash Flow (FCF) perusahaan juga dalam kondisi yang sehat, meskipun ada kenaikan pada komitmen untuk keperluan capex dan roll-out 2020. FCF meningkat 82% YoY menjadi Rp 1,4 triliun.

"Pada akhir Maret 2020, XL Axiata tidak memiliki utang dalam mata uang US Dollar, dengan komposisi 46 persen di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan," tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved