Penangkapan Satu Keluarga di Tompobulu

Kronologi Penyenderaan & Pembunuhan di Bantaeng, Awalnya Mendata Hingga Dinikahkan dengan Korban

Menurut warga setempat, Andi Haikal, pada saat ritual yang dilakukan Darwis bersama keluarganya, ia sepeti mengalami kesurupan setan.

Ist
Personel Polres Bantaeng, saat melakukan pengamanan di Kampung Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUNBANTAENG.COM, TOMPOBULU - Satu keluarga di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan ditangkap pihak kepolisian, Sabtu (9/5/2020).

Mereka ditangkap karena melakukan penyanderaan dan pembunuhan.

Menurut warga setempat, Andi Haikal, pada saat ritual yang dilakukan Darwis bersama keluarganya, ia sepeti mengalami kesurupan setan.

Sehingga Irfandi (18) saat mendatangi rumah pelaku untuk melakukan pendataan, langsung disandera oleh Darwis dan keluarganya.

"Langsung disandera ini Irfandi padahal datang untuk mendataji saja," kata Andi Haikal, saat ditemui di Desa Pattaneteang, Minggu, (10/5/2020).

Ternyata, maksud Irfandi disandera karena ingin dinikahkan oleh Ros (18), anak Darwis yang dibunuh.

"Disandera tapi mau dinikahkan dengan Ros," jelasnya.

Dalam kondisi seperti kesurupan setan, para pelaku menikahkan Irfandi dengan Ros.

Namun Irfandi salah dalam mengucapkan kata yang diinginkan oleh pelaku, sehingga yang mendapat hukuman adalah Ros.

Hukuman yang diberikan yaitu, bagian punggung Ros ditebas menggunakan parang.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved