Breaking News:

Polres Majene

Polsek Malunda Polres Majene Tangkap Pasutri Pengedar Uang Palsu

Unit Reskrim Polsek Malunda Polres Majene mengungkap peredaran uang palsu. Dua pelaku berhasil diamanakan inisial FA (29) dan SR (25)

Polres Majene
Pengedar uang palsu - Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji rilis pengungkapan kasus pengedar uang palsu di Mapolres. Dalam pengungkapan itu dua pelaku berhasil diamanakan inisial FA (29) dan SR (25) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Unit Reskrim Polsek Malunda Polres Majene mengungkap peredaran uang palsu.

Dalam pengungkapan itu dua pelaku berhasil diamanakan inisial FA (29) dan SR (25)

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti uang palsu sebesar Rp 47.8 juta.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jamaluddin mengatakan kedua pelaku adalah pasangan suami istri diringkus setelah mendapat laporan masyarakat.

"Pelaku diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor diperbatasan Desa Maliaya Kabupaten Majene-Kabupaten Mamuju oleh unit Reskrim Polsek Malunda,"kata AKP Jamaluddin kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (9/5/2020).

Ia menambahkan pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2020 pihaknya melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku di perumahan Villa Tamara Kelurahan Manding Polman.

"Dalam penggeledahan itu kami mengamankan barang- barang yang diduga digunakan mencetak uang palsu. Diantaranya printer, mistar besi, pisau catter, gunting dan sisa kerja yang digunakan membuat uang palsu,"jelas mantan Kapolres Bulukumba itu.

Kata dia, kedua pelaku mengakui barang bukti yang diamankan polisi yang dipergunakan mencetak uang palsu.

"Barang bukti kami langsung amankan di Polres Majene untuk proses hukum selanjutnya,"ucap mantan Kasat Reskrim Polresta Mamuju itu.

Kedua pelaku disangkakan perkara menyimpan, mengedarkan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, keduanya dapat dipidana berdasarkan pasal 36 ayat (2) dan (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan (3), undang-undang No.7 tahun 2011 tentang mata uang, subsidair pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara minimal 10 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Mereka juga terancam denda Rp 50 miliar,"pungkas Jamaluddin.(tribun-timur.com)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved