OPINI

TVRI dan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Ternyata TVRI pun tidak bisa ditangkap siarannya di daerah-daerah blank spot, Kemdikbud perlu menggandeng Kemkominfo dan KPI Pusat serta APMI

DOK
Rusdin Tompo, Penulis dan Fasilitator Sekolah Ramah Anak 

Oleh: Rusdin Tompo
Ketua KPID Sulsel, periode 2011-2014

TVRI menjadi trending topic di twitter begitu Kemdikbud RI mengumumkan akan menggandeng Lembaga Penyiaran Publik (LPP) itu untuk mendukung pembelajaran di rumah.

Sejak Covid-19 mewabah, pemerintah memang telah memutuskan agar anak-anak sekolah dirumahkan. Akibatnya, mereka harus belajar secara online.

Selama belajar dari rumah, ada delapan sistem belajar daring yang direkomendasikan Kemdikbud, yakni melalui laman Rumah Belajar, Google G Suite for Education, Kelas Pintar, Microsoft Office 365, Quipper School, Sekolah Online Ruangguru Gratis, Gratis Belajar online Sekolahmu, dan Zenius.

Ternyata, dalam pelaksanaannya, tak semua anak bisa mengikuti pembelajaran daring. Padahal mereka punya hak atas pendidikan yang dijamin Konvensi Hak-hak Anak dan tekad kita untuk menghadirkan pendidikan untuk semua.

Merdeka Belajar
TVRI sebenarnya punya tradisi panjang menayangkan program siaran pendidikan.

Pemirsa TVRI era 80-an pasti akrab dengan pelukis Tino Sidin yang memberikan pelajaran “Gemar Menggambar”.

Teruntuk Masyarakat Barru, Jangan Terlena!

TVRI juga punya program pelajaran bahasa Inggris, program pembelajaran Matematika, dan materi-materi yang mengandung pendidikan lainnya.

Karena itu, sangat relevan ketika Kemdikbud meluncurkan program “Belajar dari Rumah” di TVRI (9/4/2020).

Hal ini sejalan dengan fungsi pendidikan yang dijalankan oleh media massa.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved