Siswa SMK Gantung Diri

Siswa SMK di Polman Gantung Diri, Polisi: Diduga Depresi karena Pengaruh Obat

Sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, korban masih masih terlihat di ruang tamu sekitar pukul 12.00 Wita.

Nurhadi/Tribun Mamuju
Gambar korban semasa hidupnya dan saat disemayamkan di rumah duka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Siswa SMK warga Desa Pappang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Sulbar, mengunci kamar tidurnya sebelum gantung diri, Kamis (7/5/2020).

Korban bernama Wisnu Sangaji (16) gantung diri menggunakan dua tali nilon warna biru.

Sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, korban masih masih terlihat di ruang tamu sekitar pukul 12.00 Wita.

Sebelum ditemukan, ayah korban, Sabar, sempat memanggil-manggul anaknya, namun tidak ada jawaban.

Karena tidak ada jawaban, saksi, Amin memeriksa kamar tidur korban di dekat ruang tamu, namun pintu terkunci.

Amin kemudian mengintip kamar korban dari balik jendela dan melihat korban dalam posisi tergantung.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Saiful Isnaeni, mengatakan berdasarkan pengakuan saksi, setelah korban diketahui gantung diri, saksi Amin, bapak korban, Sabar dan saksi Busman mendobrak kamar kemudian melepaskan tali dari leher korban.

"Korban sempat dilarikan ke puskesmas, Campalagian dan dinyatakan meninggal dunia kemudian kembali dibawa ke rumah duka,"kata AKP Saiful via whatsapp kepada Tribun-Timur.com.

Dia mengatakan, korban diduga nekat akhiri hidupnya dengan gantung diri karena depresi, akibat pengaruh obat-obatan.

"Korban kerap didapati warga menghisap lem fox dan mengkonsumsi obat-obatan seperti triexpenidine dan tramadol,"ungkap Kasat Reskrim.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved