Update Corona Mamasa

Perjuangan Mahasiswi di Nosu Mamasa Jalani Kuliah Online, Cari Sinyal Mesti Tempuh Jarak 10 Km

Sejak kurang lebih dua bulan lalu, Anita terpaksa naik dan turun gunung demi mengikuti perkuliahan dari kampusnya secara online.

Semuel/Tribunmamasa.com
Anita mahasiswa di Kecamatan Nosu bersama rekannya mengikuti kuliah online. 

TRIBUNMAMASA.COM, NOSU - Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi penduduk jutaan orang di segala penjuru dunia.

Jutaan orang meninggal akibat dampak dari pendemi corona virus disease (Covid-19) ini.

Tidak hanya berdampak pada kematian, tetapi juga kepada sosial, budaya dan ekonomi.

Di Indonesia, sejak wabah covid-19 mulai merebak, pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah, perkantoran dan termasuk perkuliahan.

Namun libur yang dimaksud tak berarti bahwa pelajar, mahasiswa dan pekerja kantoran serta pegawai libur total di rumah.

Misalnya perkuliahan yang mejadi wajib dilakukan di rumah secara online, oleh beberapa universitas.

Seperti yang dialami kebanyakan mahasiswa di Mamasa, Sulawesi Barat yang kuliah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah Satunya Anita (20), mahasiswi STIE YPUP Makassar, Sulawesi Selatan asal Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Di STIE YPUP, Anita menjalani perkuliahan di pertengahan semester 4, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi.

Sejak kurang lebih dua bulan lalu, Anita terpaksa naik dan turun gunung demi mengikuti perkuliahan dari kampusnya secara online.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved