Update Corona Lutim

Status Tanggap Darurat Corona, Bupati Luwu Timur Instruksikan Rapid Test Massal

Petugas medis yang akan menjalani rapid test yang bertugas di Puskesmas dan RSUD I La Galigo.

Humas Pemkab Lutim
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler, minta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membantu polisi membubarkan warga yang berkerumun, Selasa (7/2/2020). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler memerintahkan Tim GTPP Covid-19 segera melakukan rapid test massal kepada petugas medis.

Petugas medis yang akan menjalani rapid test yang bertugas di Puskesmas dan RSUD I La Galigo.

Hal ini menyusul keputusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Luwu Timur,  yang memberlakukan status tanggap darurat bencana non alam virus corona atau Covid-19 di Bumi Batara Guru, Senin (4/5/2020).

Menurut Thorieg, langkah ini penting sebagai deteksi dini kepada tim medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 agar steril dari Covid-19.

"Kita utamakan dulu tenaga kesehatan di wilayah yang telah terkonfirmasi kasus positif Covid-19," kata Husler.

"Atau wilayah yang banyak berstatus PDP, ODP dan OTG, seperti Kecamatan Nuha, Towuti dan Wasuponda termasuk Tomoni Timur," kata Husler.

Adapun jumlah tenaga medis berstatus PNS di Luwu Timur yaitu 93 dokter, 257 bidan dan 348 perawat. Untuk status tenaga upah jasa, 11 dokter, 211 bidan dan 172 perawat.

Selain itu, Pemkab Luwu Timur juga akan berkoordinasi dengan pemilik Hotel I Lagaligo Malili, terkait rencana menjadikan hotel tersebut sebagai rumah singgah Covid-19.

Penyiapan tempat isolasi ini dianggap sangat penting mengingat rapid test massal tenaga medis nanti mencapai 1.500 orang lebih.

"Kita akan segera berkoordinasi kembali dengan pemilik Hotel I Lagaligo, karena awalnya bersedia menjadikan hotelnya tempat karantina,"

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved