Breaking News:

Isolasi Mandiri di Hotel

Cara Hotel 'Bertahan Hidup' di Tengah Pandemik Corona Ala Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga

Tribun Timur memuat berita terkait cara Anggiat Sinaga dalam bertahan di tengah kondisi pembatasan pergerakan orang

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
DOK TRIBUN TIMUR
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga menyampaikan saat ini memang masih banyak hotel yang tutup.

Bahkan, bertambah terus setelah Hotel Melia dan Ibis Makassar City Center tutup.

"Cuma yang beda pasca Tribun muat cara PHI hidup jangan takut dan harus bergerak hingga teman-teman mulai berani," kata Anggiat Sinaga, Minggu (3/5/2020).

Tribun Timur memuat berita terkait cara Anggiat Sinaga dalam bertahan di tengah kondisi pembatasan pergerakan orang melalui kebijakan pemerintah untuk tidak berkumpul.

Sehingga, CEO Phinisi Hospitality Indonesia, membuat berbagai promo dan membuat Hotel Dalton sebagai tempat menginap untuk tenaga kesehatan rumah sakit khusus Covid-19.

Saat ini, Hotel Swiss-Belhotel Makassar juga menjadi tempat isolasi untuk pasien Covid-19.

"Awalnya semua pada takut, takut dengan image, takut penyakit dan serba takut dan PHI mencoba keluarkan paket isolasi mandiri hingga pemprov pun terinspirasi dengan paket ini dan membuat hotel lainnya maju bergerak," katanya.

Menurutnya, isolasi mandiri itu tetap ada yang memakai tapi tak signifikan.

"Sepertinya masih banyak milih di rumah aja. Ada himbauan gubernur Jawa Timur kalau bosan WFH bisa work from hotel" dan beliau tegaskan bukan maksud promosi hotel tapi untuk siasat kejenuhan dan ada suasana refresing karena hotel-hotel memberi harga khusus, ini bagian jangan takut ke hotel," katanya.

Menurutnya, Hotel Claro dan grup mengutamakan protokol kesehatan.

"Habis tamu makan di resto atau di lounge, petugas pasti langsung lakukan proses disinfektan kursi dan meja," katanya.

Selain itu, karyawan pakai sarung tangan dan masker yang sesuai protokol Covid-19.

"Demikian juga kama setelah check out langsung lakukan proses disinfektan," katanya.

Menurutnya, penambahan biaya operasional untuk protokol kesehatan ini tak mahal.

"Tidak terlalu membenahi biaya operasional tapi jelas ada biaya ekstra yang timbul dari pada tutup pasti lebih rugi," katanya. 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved