BREAKING NEWS

Mulai 5-31 Mei 2020, Pemudik Nekat Didenda Rp100 Juta

Ketentuan ini akan berlaku di semua titik masuk dan keluar masuk, baik untuk moda transportasi darat, pelabuhan laut dan bandara udara.

Sanovra/tribun-timur.com
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulsel, menaiki KM Lambelu saat bersandar di Pelabuhan Peti Kemas, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Otoritas gabungan percepatan penanggulangan COVID-19 di Sulsel dan Kota Makassar tengah merancang pemberlakukan sanksi bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar.

Pengetatan aturan bagi pemudik nekat ini dijadwalkan mulai berlaku pekan depan, tanggal 5 hingga 31 Mei 2020.

Kelak jika berlaku, pelanggar ketentuan ini akan didenda pidana maksimal 12 bulan penjara dan denda minimum Rp100 juta.

“Rincian baru kita (dishub) bahas bersama polisi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel M Syamsibar, dalam jumpa pers virtual Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sulsel, Rabu (29/4/2020) pukul 20.00 WITA.

Pasien 38 Covid-19 Sulbar asal Mamuju, Positif Setelah Pulang dari Ponpes Temboro Magetan Jawa Timur

Jumpa pers dipandu Jubir Gugas COVID19 Erwin, dan dihadiri Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel Dr Ichsan Mustari, Kabid Penanganan Sosial Dinsos Provinsi Kasmin, dan Kepala BNPB Sulsel.

Menurutnya, sanksi pidana dan denda ini merujuk sejumlah ketentuan hukum.

“Apakah kita pakai UU Kekarantinaan Kesehatan atau aturan lain,” kata Kadis Perhubungan Provinsi Syamsibar.

Rujukan sanksi ini adalah Peraturan Menteri Perhubungan No 25/2020 terkait Larangan mudik, UU No 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, PERMENKES No.9 Tahun 2020 Pedoman Penerapan PSBB serta Peraturan Wali Kota tentang PSBB Nomor 22 Tahun 2020.

Ketentuan ini akan berlaku di semua titik masuk dan keluar masuk, baik untuk moda transportasi darat, pelabuhan laut dan bandara udara.

.

Disebutkan operasi pembatasan lalu lintas orang ini, akan fokus bagi mereka yang akan keluar dari Kota Makassar.

Fokus pemeriksaan ini di  enam daerah perbatasan darat;

enam akses darat; 2 utama dan empat alternatif.

  1. Perbatasan Gowa - Makassar di Jl Sultan Alauddin,
  2. Perbatasan Makassar - Maros di Simpang Lima Bandara, Mandai.
  3. Perbatasan Makassar Gowa-Takalar di Barombong
  4. Perbatasan Makassar Gowa di Jl Hertasning dan Tun Abdul Razak, Sombaopu
  5. Perbatasan  Makassar - Maros di BTP Tamalanrea
  6. Perbatasan Makassar - Maros-Gowa di Antang, Manggala

 Sejauh ini, operasi  gabungan PSBB Sulsel dan Kota Makassar ini, melibatkan personel dari Dirlantas Polda Sulsel, Patroli Dishub, Satpol PP, dan dari dinas kesehatan.

 
5 Rujukan HUKUM PSBB:  

  1. UU Nomor 4 Tahun 1954 tentang Wabah Penyakit Menular
  2. UU No 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan
  3. Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19
  4. PERMENKES No.9 Tahun 2020 Pedoman Penerapan PSBB
  5. Kepmenkes (Jika satu daerah memenuhi syarat berlakukan PSBB maka  keluar Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan PSBB di daerah itu dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

2 RUJUKAN Pidana pembubaran massa;

  • HUKUM PIDANA (KUHP) Pasal 212, 216, dan 218 KUHP.
  • Maklumat Kapolri  Nomor Mak/2/III/2020 Tanggal 19 Maret 2020

4 Jenis SANKSI Pidana/Denda:

  1. Pasal 216 ayat (1) KUHP: Sengaja menghalangi penegakan hukum. PIDANA penjara maks. 4 bulan,  2 Minggu 
  2. Pasal 218 KUHP: Sengaja tidak mematuhi hukum, setelah diperingati 3X individu atau kelompok PIDANA penjara maks. 4 bulan,  2 Minggu atau Denda maks Rp90 ribu
  3. Pasal 4 UU No 4/1954: Jika menghalangi upaya penanggulangan wabah  PIDANA penjara 6 bulan dan/atau denda Rp500 ribu
  4. Pasal 93 UU No 6/2018: Jika tak patuh Pidana penjara 12 bulan dan/atau Denda Rp100 juta
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved