Tribun Mamasa

4 Bulan Honornya Tak Dibayarkan, Penyuluh Agama Non PNS di Mamasa Mengeluh

Salah satu penyuluh agama yang tidak bersedia disebut namanya, mengaku honornya sebagai tenaga penyuluh pada tahun 2019 belum terbayarkan semuanya.

semuel / tribun timur
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Mamasa, Ramli 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Sejumlah Penyuluh Agama non PNS di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat mengeluh lantaran honornya di tahun 2019 belum terbayarkan.

Salah satu penyuluh agama yang tidak bersedia disebut namanya, mengaku honornya sebagai tenaga penyuluh pada tahun 2019 belum terbayarkan semuanya.

Masih ada honornya untuk triwulan terakhir tahun 2019 yang belum dibayarkan yakni Oktober-Desembar, sebesar Rp.3.000.000.

"Honorku masih ada 3 bulan belum dibayarkan, bahkan ada yang 4 bulan.

Kalau untuk triwulan pertama tahun ini sudah dibayarkan," katanya kepada Tribunmamasa.com, Selasa (28/4/2020) siang tadi.

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Mamasa, Ramli mengatakan, bagi yang belum dibayarkan, dianggap negara tetap berutang.

"Honor tahun 2019 tetap terutang dan dibayar tahun berikutnya," ungkap Ramli saat dikonfirmasi via telepon sore tadi.

Ia menjelaskan, kendala yang dialami sehingga belum terbayarkan karena pada saat pembayaran tahun itu, anggarannya belum mencukupi.

Berapa jumlah penyuluh yang belum dibayarkan? Ramli enggan berkomentar lebih jauh.

"Yang tau itu kepala seksinya berapa bulan dan berapa yang belum dibayarkan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved