Rilis Kementan

Semangat Kabupaten Sijunjung Kembangkan Pertanian Berbasis Korporasi

Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, melakukan verifikasi Calon Petani Calon Lapangan (CPCL) kegiatan kawasan pertanian berbasis korporasi petani.

Kementan RI
Maraknya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat untuk melakukan verifikasi Calon Petani Calon Lapangan (CPCL) kegiatan kawasan pertanian berbasis korporasi petani seluas 100 ha yang tersebar di lima kecamatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIJUNJUNG - Maraknya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat untuk melakukan verifikasi Calon Petani Calon Lapangan (CPCL) kegiatan kawasan pertanian berbasis korporasi petani seluas 100 ha yang tersebar di lima kecamatan.

Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kabupaten Sijunjung, penyuluh lapangan, Petugas pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan juga PT Pertani selaku mitra dari petani (penangkar benih).

Calon penerima bantuan kali ini terdiri dari lima kelompok tani Desa Mandiri Benih (DMB) dan tiga kelompok tani swadaya.

Korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi, maupun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) berupa PT atau Usaha Dagang (UD).

Hari Ketiga Ramadhan, Masyarakat Serbu Toko Mitra Tani Kementan

Start Up Pertanian Beromzet Ratusan Juta, Bukti Kementan Percepat Regenerasi Petani

Dimana sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani sehingga mereka mempunyai posisi tawar atas produk yang dihasilkan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Sijunjung, Yuliardi mengaku bersyukur karena Kabupaten Sijunjung menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kegiatan korporasi petani ini.

Pasalnya program ini sangat nyata memberikan hasil pada peningkatan kualitas pertanian dan kesejahteraan petani.

"Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan ketersediaan benih dan produk pertanian lain juga meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani,” ujarnya, Minggu (26/4/2020).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Sumatera Barat, Irawati menjelaskan sebelumnya kegiatan serupa sudah berjalan di Kabupaten Dharmasraya dan Pasaman Barat.

Kabupaten Sijunjung menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kegiatan korporasi petani ini. Pasalnya program ini sangat nyata memberikan hasil pada peningkatan kualitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Kabupaten Sijunjung menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kegiatan korporasi petani ini. Pasalnya program ini sangat nyata memberikan hasil pada peningkatan kualitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Kementan RI)

Pertanian berbasis korporasi merupakan upaya dalam menyelesaikan permasalahan pertanian di Indonesia khususnya Sumatera Barat, rata - rata petani hanya memiliki lahan sawah sekitar 0,25 hektar.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved