Tribun Mamasa

Iuran BPJS di Mamasa Tak Kunjung Turun, Warga: Naiknya Cepat Turunnya Lambat

Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020.

semuel / tribun timur
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Mamasa, Paulus 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020.

Dengan pembatalan tersebut, maka masyarakat khususnya peserta bukan penerima upah (PBPU) atau bukan pekerja (BP) kelas mandiri, akan membayar iuran sesuai dengan tarif sebelum kenaikan.

Dengan dibatalkannya pasal di atas, maka iuran BPJS kembali ke iuran semula, yaitu, sebesar Rp 25.500 untuk kelas 3, sebesar Rp 51 ribu untuk kelas 2 dan sebesar Rp 80 ribu untuk kelas 1.

Namun hingga saat ini, peserta jaminan sosial masih tetap membayar iuran BPJS dengan tarif kenaikan yaitu sebesar Rp 42.000 per orang per bulan, dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III

Untuk kelas II Rp 110.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

Sementara kelas I Rp 160.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Akibat tarif BPJS tak kunjung turun di tengah wabah Covid-19, wargapun akhirnya mengeluh.

Keluhan itu disampaikan seorang warga Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat bernama Neldrin.

Ia menuturkan, di tengah pemerintah berupaya melawan pandemi Covid-19, tarif listrik diturunkan.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved