Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemakaman Korban Corona

Berkat Satpol PP Sulsel, Pemakaman Khusus Korban Covid-19 Jadi Cantik

Gapura di depan makam tersebut yang tadinya berlumut kini berubah menjadi gapura dengan warna hijau cerah

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Muh. Irham
Satpol PP Sulsel
Pintu gerbang kompleks pemakaman khusus korban corona di Macanda, Kabupaten Gowa, Senin (13/4), sudah tampak lebih cerah dan tidak suram seperti sebelumnya. Kawasan ini dijaga 24 jam dan dibersihkan oleh anggota Satpol PP Sulsel, anggota TNI, dan Polri. 

Sungguminasa, Tribun — Pengamanan di pemakaman khusus korban Covid-19 di Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa terus dilakukan oleh gabungan TNI, Satpol PP dan Polri.

Pengamanan ini untuk menjaga dan sekaligus mencegah jika ada penolakan warga sekitar wilayah pemakaman.

Terlepas dari hal itu, jika dua pekan lalu, wajah pemakaman tersebut tampak kusam, tak terawat, banyak sampah di depannya, kini sudah berbeda.

Gapura di depan makam tersebut yang tadinya berlumut kini berubah menjadi gapura dengan warna hijau cerah.

Pemakaman ini adalah milik Pemprov Sulsel dengan OPD yang menjadi pengelolanya adalah BKD atau Badan Kepegawaian Daerah dengan bidang kesejahteraan pegawai.

Suasana pintu gerbang pemakaman khusus korban virus corona di Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, sebelum dibersihkan.
Suasana pintu gerbang pemakaman khusus korban virus corona di Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, sebelum dibersihkan. (Satpol PP Sulsel)

Kendati di bawah BKD Sulsel, namun proses perbaikan dan pembersihan dilakukan oleh Satpol PP Provinsi Sulsel yang setiap hari berjaga di pemakaman tersebut.

“Tidak ada salahnya, Satpol PP mengecet dan membersihkan. Saya juga koordinasi dengan Kasatpol Gowa untuk meminta kerja samanya membersihkan ranting pohon yang berserakan di depan makam,” ujar Kasatpol PP Sulsel Drs Mujiono, Senin (13/4).

Informasi yang diperoleh, jumlah jenazah korban Covid-19 yang sudah dimakamkan di area pemakaman tersebut sudah mencapai 48 jenazah.

Di awal ditunjuknya lokasi tersebut sebagai lokasi pemakaman korban Covid-19, sejumlah warga sekitar melakukan protes.

Protes mereka berakhir setelah personel TNI, Polri bersama Satpol PP Sulsel menenangkan mereka. Beberapa warga yang menjadi provokator, kini diamankan di Mapolres Gowa.

WNA Positif Corona

Satu warga negara asing (WNA) dinyatakan positif Corona atau Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

WNA India itu bersama 23 rekannya berada di Kelurahan Paccinongang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Kepala Puskesmas Samata dr Rahma mengatakan, seluruh WNA India itu akan menjalani karantina mandiri.

Sementara satu di antaranya akan dilakukan pemeriksaan swab untuk memastikan apakah positif Corona atau tidak.

WNA itu tetap diperiksa swab meski telah dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test.

Dari hasil pemeriksaan, WNA itu ditemukan memiliki gejala klinis.

"Besok dan lusa tim puskesmas akan datang mengambil swab untuk memastikan hasilnya apakah betul positif," katanya.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memastikan, WNA India itu bukan peserta Ijtima Asia di Pakkatto, Kamis (19/3/2020) lalu. 

Panitia penerima tamu luar negeri Ustaz Gazali membenarkan adanya 24 WNA India di Markas Dakwah Masjid Al Hidayah.

Menurutnya, WNA itu datang terbagi dalam tiga kelompok. 

 Ia menjelaskan, untuk riwayat perjalanannya mereka datang ke Indonesia pada 20 Desember 2019 lalu.

Kemudian pada 26 Januari 2020 melakukan kegiatan keagamaan di Sulawesi Barat . 

"Nanti pada 26 Maret ke 24 anggota Jama'ah Tabligh ini masuk ke Kabupaten Gowa untuk melaksanakan kegiatan yang sama," katanya.

 Namun situasi yang tidak memungkinkan membuat rencana kegiatan keagamaan itu tidak terlaksana di Kabupaten Gowa.

Lanjut Gazali, untuk rencana kepulangannya dijadwalkan dilakukan secara bergiliran sesuai dengan kelompok masing-masing.

 Mulai 10 hingga 13 Mei 2020 mendatang. Namun pihaknya mengkhawatirkan akan terjadi penundaan karena hingga saat ini India dalam status lock down. (*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved