Tribun Makassar

Luhur Priyanto: PSBB di Makassar Bisa Selamatkan Sulsel

Orang nomor satu Pemprov Sulsel itu masih melakukan kajian apakah Sulsel sudah memenuhi syarat untuk diberlakukan PSBB.

abdul azis/tribun-timur.com
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Andi Luhur Priyanto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Gubernur Nurdin Abdullah, masih mempertimbangkan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sulawesi Selatan.

Orang nomor satu Pemprov Sulsel itu masih melakukan kajian apakah Sulsel sudah memenuhi syarat untuk diberlakukan PSBB.

Eks Bupati Bantaeng dua periode itu juga menilai, program jaring pengaman sosial yang paling penting.

"Kalau hanya memberlakukan PSBB dan tidak memperhatikan jaringan pengaman, itu akan jadi masalah," katanya seusai rapat forkopimda, Kamis (9/4/2020).

Menanggapi hal tersebut, pengamatan pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Priyanto menilai, PSBB sebaiknya bersifat parsial di Sulsel.

Luhur mengatakan, PSBB difokuskan pada daerah yang menjadi episentrum penyebaran Virus Corona.

Tiga daerah yang ia maksud yakni Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, serta Kota Makassar.

Hingga Kamis (9/4/2020), total pasien positif Corona di Sulsel mencapai 138 kasus.

Luhur menuturkan, Pemerintah Kota Makassar sebaiknya mulai mempersiapkan tahap-tahap pemberlakuan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran.

Ia juga mengingatkan, Pemkot Makassar dipimpin oleh Penjabat Walikota yang berada dalam otoritas Pemprov Sulsel secara administrasi pemerintahan.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved