Catatan Firdaus Muhammad

Diseminasi Komunikasi Birokrasi

Lalu kenapa tetap terjadi kecemasan ihwal kinerja pemerintah yang dinilai lamban?

TRIBUN TIMUR/ABD AZIZ ALIMUDDIN
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad 

Oleh: Firdaus Muhammad
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

DI TENGAH kegamangan publik menghadapi virus corona, pastinya mereka menitipkan harapan besar pada pemerintah melalui jalur birokrasi yang terstruktur dari pusat hingga daerah.

Harapan besar masyarakat itu sebagian besar telah diamini pemerintah dengan sejumlah kebijakan strategis.

Sebut misalnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berani mengambil kebijakan memutus mata rantai virus melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Lalu bagaimana tindakan pemerintah di Sulawesi Selatan (Sulsel), baik Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb maupun Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah?

Pastinya Gubernur Sulsel itu telah mengambil kebijakan strategis.

Apalagi memiliki tim yang terdiri atas akademisi, aktivis, dan profesional yang tergabung dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang diyakini siap bekerja secara tanggap.

Lalu kenapa tetap terjadi kecemasan ihwal kinerja pemerintah yang dinilai lamban?

Paramedis, Kita, dan Kurikulum Kehidupan

Sementara Sulsel, khususnya Kota Makassar, tergolong zona merah, terbesar di luar Jawa yang terpapar Korona.

Ditengarai akibat problem komunikasi birokrasi yang dijalankan pemerintah tidak efektif. Hal ini ditandai perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya mengindahkan imbauan pemerintah untuk menetap di rumah.

Ironisnya, pada titik tertentu kadang masih mengalami kemacetan karena volume kendaraan tidak terkendali.

Halaman
12
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved