Update Corona Sulsel

Hingga 8 April 2020, 8.129 Pekerja di Sulawesi Selatan Dirumahkan, Ada Juga 143 PHK

"Hingga Rabu, 8 April pukul 19.00 Wita, data yang masuk baru dari 11 Kabupaten/Kota yakni, Makassar, Gowa, Takalar

TRIBUN TIMUR/SALDY
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Selatan Andi Darmawan Bintang, merilis data sektor ketenagakerjaan, yang terdampak Covid-19 atau Virus Corona.

"Hingga Rabu, 8 April pukul 19.00 Wita, data yang masuk baru dari 11 Kabupaten/Kota yakni, Makassar, Gowa, Takalar, Sinjai, Wajo, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara," ujar Darmawan via pesan WhatsApp.

Menurutnya, dari 11 kabupaten/kota, ada sektar 165 perusahaan yang terdampak Virus Corona.

"Total terdampak sekitar 8.272 pekerja. Dimana pekerja yang dirumahkan sekitar 8.129 pekerja dan pekerja Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 143 orang," ujarnya.

Dari total 8.129 pekerja yang dirumahkan, sebanyak 392 pekerja tetap menerima
pembayaran dengan rata-rata 50 persen gaji.

"Dan selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah, dan menunggu panggilan bekerja kembali dari perusahaan," jelas Darmawan.

Dari 11 kabupaten/kota, tiga daerah tertinggi terdampak yakni Makassar dengan 6.013 pekerja (72,69%), lalu Tana Toraja 1.531 pekerja (18,52%) dan Toraja Utara 158 Pekerja (1,91%).

Sementara itu, dari 143 pekerja yang di PHK, ada 88 pekerja (61,54%) dari Makassar, Palopo 54 pekerja (37,76) dan Takalar 1 pekerja (0,70%).

"Ada pun sektor ekonomi terdampak yakni sektor jasa, sektoe pariwisata, sektor perdagangan dan dan sektor konstruksi," katanya.

"Di antara keempatnya, paling banyak sektor jasa dan perhotelan," jelas Darmawan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved