Mamasa Lawan Corona

Diduga Sembunyikan Identitas Penumpang, Polisi Datangi Sopir Angkutan Mamasa-Makassar

Hal itu kata dia, guna menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial, terkait adanya sopir

semuel/tribunmamasa.com
KBO Intelkam Polres Mamasa Muh Ilyas (jaket putih) mendatangi sejumlah sopir angkutan 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Menindaklanjuti informasi terkait adanya sopir angkutan yang diduga menyembunyikan identitas penumpang, Kepolisian Resort Mamasa, Sulbar datangi sejumlah sopir.

KBO Sat Intelkam Polres Mamasa, Muh Ilyas kepada tribunmamasa.com mengatakan, pihaknya mendatangi sejumlah sopir angkutan Mamasa-Makassar, di Jl Emmy Saelan Kelurahan Mamsa, Kecamatan Mamasa sore tadi.

Hal itu kata dia, guna menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial, terkait adanya sopir yang diduga mengajak penumpang menyembunyikan identitasnya.

Ilyas menjelaskan, pemerintah dan petugas berupaya untuk melindungi masyarakat Mamasa dari penyebaran Covid-19.

Untuk itu kata dia, perlu adanya dukungan penuh oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk sopir angkutan agar bisa berperan aktif terkait penumpangnya.

Utamanya asal dan muasal atau riwayat perjalanan penumpang harus diberitahukan sebetul-betulnya, dan juga bersedia menginformasikan kepada petugas medis, baik yang ada di posko perbatasan maupun di desa yang dituju.

Menurut dia, salah satu yang berpotensi membawa penyebaran Covid-19 ke Mamasa adalah orang dari daerah terpapar corona, yang masuk ke Mamasa dengan menggunakan jasa angkutan umum utamanya dari Makassar.

Dengan begitu, jika informasi itu betul adanya, dia meminta agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

"Jangan menganggap remeh terkait Covid-19 ini karena dampaknya akan sangat besar," ujar Ilyas saat dikonfirmasi via whatsapp Rabu (8/4/2020) malam tadi.

Jika tidak lanjut dia, bisa saja nantinya angkutan umum dari Makassar dihentikn atau dibatasi untuk sementara waktu.

"Kalau negitu, tentu akan berdampak terhadap sopir angkutan umum," katanya.

Lebih jauh Ilyas mejelaskan, terkait kejadian itu, sejumlah sopir angkutan mengaku menyesalkan jika ada yang melakukan hal tersebut, yang hanya memikirkan dirinya tanpa memikirkan dampak yang bisa terjadi.

"Bahkan mereka sepakat tidak lagi menerima penumpang dari bandara karena sedah pasti dari luar Sulawesi," jelasnya.

Hingga berita ini dirilis, belum dilakukan konfirmasi ke pihak sopir angkutan.

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved