Driver Online Minta Kompensasi

Driver Gojek dan Grab Minta Pemerintah Bayar Rp 100 Ribu/Hari Jika Dilarang Beroperasi Selama Corona

Pendapatan Driver Ojol baik GoJek dan Grab terancam menyusul status PSBB, Mau Pemerintah Bayar Rp 100 Ribu/Hari Jika Dilarang Beroperasi Selama Corona

Sanovra/tribun-timur.com
Ilustrasi Solidaritas Driver Ojol Gojek dan Grab 

TRIBUN-TIMUR.COM - Driver Ojek Online terdiri dari mitra Gojek dan Grab meminta kompensasi dari pemerintah minimal Rp 100 ribu per hari jika mereka dilarang beroperasi demi mencegah penularan wabah Virus Corona atau Covid-19.

Hal ini mengemuka terkait dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta y ang mulai berlaku Jumat 10 April 2020 pekan ini. 

Selama masa PSBB, Gojek dan Grab maupun driver ojol lainnya dilarang mengambil penumpang.

Pemprov DKI Jakarta melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai pekan ini dan telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Salah satu poinnya melarang pengemudi ojek online untuk membawa penumpang.

Aturan mengenai pedoman PSBB ini terdapat dalam pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020.

Aturan ini diterbitkan dalam rangka percepatan penanggulangan virus corona.

Atas rencana ini, Ketua Presidium Garda Ojol, Igun Wicaksono angkat bicara.

Sebagai asosiasi garda ojol pihaknya pun menyikapi aturan tersebut agar pemerintah memberikan kompensasi kepada para ojol.

Sebab dengan larangan ojol berpenumpang tentunya hal ini akan berdampak penghasilan para driver yang setiap harinya mendapatkan penghasilan dari mengantarkan penumpang selain antar barang maupun makanan.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved