Bendungan Bili bili Gowa

Volume Air di Bendungan Bili-bili Gowa Dekati Batas Normal, Pintu Pelimpah Dibuka Setinggi 50 Cm

Volume air di Bendungan Bili-bili naik hingga mendekati batas normal. Yang hendak menyeberang Sungai Jeneberang lebih baik jangan dulu

Instagram
Suasana Bendungan Bili-bili Selasa (22/1/2019) diposting Bupati Gowa Adnan Puricta Ichsan. Bupati Gowa mengimbau warga di sekitar Bendungan Bili-bili untuk waspada 

TRIBUN-TIMUR.COM - Volume air di Bendungan Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan, diinformasikan naik, Selasa (7/4/2020) malam

Dari rilis yang dikirim Humas Pemkab Gowa, informasi ini resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Dalam rilisnya disampaikan bahwa volume air di Bendungan Bili-bili Gowa dengan nomor registrasi 7306.05.17.068 per tanggal 7 April 2020 pukul 19.45 WITA telah mencapai elevasi 99.47 Mdpl.

Yang artinya ketinggian air sudah mendekati batas normal.

Kabar Terbaru Soal Gaji ke-13 & THR PNS,TNI,Polri, Sri Mulyani :Sudah Tersedia, Hanya Golongan Ini

Bendungan bili-bili nampak dari Desa Bissoloro
Bendungan bili-bili nampak dari Desa Bissoloro (Sanovra/tribun-timur.com)

Sehingga sesuai SOP & untuk mempertahankan volume air normal, pukul 20.00 WITA tadi pihak balai harus membuka pintu pelimpah dengan maksud untuk mengurangi volume air di waduk setinggi dari 30 cm menjadi 50 cm.

Untuk itu disampaikan kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan kegiatan penyebrangan sungai, menambang, menjala ikan di hilir bendungan (hilir sungai Jenebrang).

Dihari sebelumnya,  Senin (6/4) malam sudah melakukan pembukaan  pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili, setinggi 15 centimeter.

Pembukaan pintu air ini katanya, akibat curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Jeneberang sehingga mengakibatkan debit air Bendungan Bili-bili meningkat.

"Karena ini curah hujan yang cukup tinggi di hulu, sudah mau batas normal elevasinya sekarang 99.41 Mdpl. Kalau tidak dibuka dan hujan terus di hulu nanti tidak bisa terkendali, jangan sampai kita kejadian lagi seperti 2019 lalu jadi kita antisipasi," ujar Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Supardji  saat di konfirmasi melalui telepon selulernya. (dalam rilis)

Walaupun demikian, Supardji meminta warga untuk tidak panik, karena menurutnya Sungai Jeneberang itu masih bisa menampung, hanya saja ia meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di hilir.

Halaman
12
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved