Tribun Sinjai

Ketua Dai Muda Desak Polisi Usut Pengedit Tak Senonoh 'Gerbang Sinjai Bersatu'

Pasalnya, ikon kuda yang menjadi lambang kabupaten berjuluk Butta Panrita Kitta ini, telah diedit tak senonoh oleh oknum tak bertanggung jawab.

Ist
Ketua Majelis Dai Muda (MDM) Ustaz Ikhwan Bahari, meminta Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sinjai, untuk serius mengusut kasus 'Gerbang Sinjai Bersatu'. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Ketua Majelis Dai Muda (MDM) Ustaz Ikhwan Bahari, meminta Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sinjai, untuk serius mengusut kasus 'Gerbang Sinjai Bersatu'.

Pasalnya, ikon kuda yang menjadi lambang kabupaten berjuluk Butta Panrita Kitta ini, telah diedit tak senonoh oleh oknum tak bertanggung jawab.

Parahnya, hasil editan tersebut diunggah dan disebar di media sosial (Medsos).

Foto tersebut viral di jagat maya dan menghebohkan warga Kabupaten Sinjai pada Januari 2020 lalu.

"Ini mengenai akhlak. Polisi harus mengusut tuntas siapa pengeditnya supaya ini bisa menjadi pembelajaran kedepannya," tegas Ustaz Ikhwan Bahar.

Meski tak lahir di Sinjai, namun Ikhwan menempuh pendidikan selama tujuh tahun di Kabupaten Sinjai.

Keluarga besarnya pun banyak bermukim di kabupaten yang berbatasan dengan Bulukumba, Gowa dan Bone ini.

"Apalagi Sinjai dikenal sebagai Butta Panrita Kitta, terpelajar. Saya rasa ini sangat mencoreng," tambahnya.

Dai yang aktif di banyak organisasi ini menyebutkan, sedikitnya ada dua pelanggaran besar yang dilakukan oknum tersebut.

Yang pertama, lanjut dia, dari sisi hukum oknum tersebut telah mengubah lambang negara, apalagi kuda menjadi ciri khas dan simbol Kabupaten Sinjai.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved