Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Wajo

Ini Penjelasan Dokter yang Tangani Pasien Tersengat Lebah di Wajo, Sempat Diduga Positif Corona

Juga, korban diketahui pernah melakukan perjalanan ke daerah zona merah virus corona, yakni di Makassar.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Syamsul Bahri
Hardiansyah Abdi/Tribun wajo
Suasana di rumah duka korban tersengat lebah yang meninggal disangka terinfeksi virus corona di Kabupaten Wajo, Senin (6/4/2020). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Dokter yang menangani pasien tersengat lebah yang disangka terpapar virus corona hingga meninggal di RSUD Lamaddukelleng Wajo angkat bicara.

Adalah dr Rijalul Fikri atau akrab disapa dr Buyung itu menjawab tudingan pihak keluarga korban yang menyebut jika dokter dan petugas kesehatan takut menyentuh AR (30) gara-gara Covid-19.

" Semua informasi yang detail sudah saya infokan ke direktur (RSUD), pasien masuk ke gedung Covid setelah discreening, keluhan batuk sesak dan riwayat deman, riwayat tersengat lebah satu minggu lalu," katanya saat dikonformasi, Selasa (7/4/2020).

Juga, korban diketahui pernah melakukan perjalanan ke daerah zona merah virus corona, yakni di Makassar.

Bahkan, dr Rijalul Fikri menampik bahwa dirinya enggan menyentuh pasien lantaran paranoia terhadap virus corona.

" Jadi pasien itu masuk sekitar pukul 18.40 dalam kondisi tidak sadar, sesak napas dan pasien tersebut kami jemput langsung di depan gedung covid kami langsung dorong ke ruangan dan kasi oksigen," katanya.

Kejadian itu kini diserahkan sepenuhnya ke pihak RSUD Lamaddukelleng Sengkang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wajo serta PDUI.

Sebelumnya, keluarga korban menunding jika kematian AR adalah kelalaian dan paranoia petugas medis yang berlebihan menyikapi Covid-19.

Suasana di rumah duka korban tersengat lebah yang meninggal disangka terinfeksi virus corona di Kabupaten Wajo, Senin (6/4/2020).
Suasana di rumah duka korban tersengat lebah yang meninggal disangka terinfeksi virus corona di Kabupaten Wajo, Senin (6/4/2020). (Hardiansyah Abdi/Tribun wajo)

" Kami kecawa dengan pelayanan rumah sakit, karena tidak satu pun pegawai dan dokter di sana yang mau menyentuh saya punya adek," kata saudara korban, Wawan.

Terlepas dari semua kekecewaan serta tudingan pihak keluarga ke petugas kesehatan, tak adanya rapid tes ataupun pengambilan sampel swab yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memastikan apakah korban memang terinfeksi Covid-19.

" Kalau pasien kemarin belum sempat di rapid test dan swab," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi.

Jadi, tak ada status apakah korban adalah kategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau sudah positif terinfeksi Covid-19. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved