Kilas Tokyo

Fenomena Unik Terjadi di Tokyo, PM Abe: Jepang Harus Bersiap Perang Panjang Lawan Corona

Perdana Menteri Shinzo Abe: Jepang harus bersiap untuk peperangan panjang menghadapi pandemik covid-19.

Muh Zulkifli Mochtar 

Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar
Doktor alumni Jepang asal Makassar. Saat ini bermukim di Tokyo

PEKAN lalu, ada fenomena unik terjadi di Tokyo. Bunga sakura yang bermekaran di cuaca hangat musim semi, tiba tiba tertutup salju yang turun lebat.

Menurut Badan Metereologi Jepang, udara tekanan rendah selama bulan Maret menurunkan suhu, mengubah hujan menjadi salju.

Ini tidak mengherankan, suhu dan lingkungan banyak berubah drastis di seluruh dunia.

Polusi udara dan CO2 turun cepat ketika virus Covid-19 menyebar. Aktivitas ekonomi global dan mobilitas transportasi yang terhenti berakibat emisi turun drastis.

Di New Delhi, data Central Pollution Control Board (CPCB) menunjukkan konsentrasi particular matter PM 2,5 turun 71% dalam waktu sepekan diakhir Maret, dari 91 menjadi 26 microgram per cubic meter.

Mari Berbagi di Masa Sulit

Efek Pandemi Covid-19 di Negeri Beruang Merah

Nitrogen dioksida juga turun dari 52 menjadi 15 per meter kubik pada periode yang sama.

Pandemik Covid-19 memang seakan membersihkan bumi secara dramatis. Fenomena sama juga terjadi di Spanyol, Italia, Amerika, Hongkong dan dimana saja.

Apalagi di China, negara penyumbang emisi terbesar dunia. Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) berasumsi bahwa polusi turun hingga 25 persen.

Gambar satelit rilisan NASA dan Badan Antariksa Eropa memperlihatkan udara di kota mendadak bersih akibat pengurangan dramatis nitrogen dioksida.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved