Bawaslu Sulsel

Antisipasi Politik Uang, Bawaslu Sulsel Buka Sekolah Online

Sekolah online tersebut juga bertujuan meningkatan pemahaman masyarakat terkait pengawasan Pemilu.

abdul azis/tribun-timur.com
Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, melakukan berbagai cara untuk mencegah praktek politik uang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak mendatang.

Satu di antaranya dengan cara membuka sekolah online.

Sekolah online tersebut juga bertujuan meningkatan pemahaman masyarakat terkait pengawasan Pemilu.

Bawaslu Sulsel juga adalah inisiator terwujudnya program tersebut.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad mengatakan terobosan tersebut sedianya hasil diskusi beberapa Bawaslu provinsi di Indonesia.

Namun sebagai langkah uji coba, program ini diambil alih oleh Bawaslu RI untuk pilot project.

"Kalau berhasil, maka sambil memperbaiki sistem dan segala kekurangan, kita akan terapkan di bawaslu provinsi bahkan kabupaten/kota," katanya via pesan Whatsapp kepada Tribun, Senin (6/4/2020).

Meski diambil alih Bawaslu RI, ia mengaku bahwa beberapa komisioner Bawaslu Sulsel diminta untuk ikut dalam pembuatan modul dan metode pembelajarannya.

"Ada empat komisioner di dalamnya yakni saya, Azry Yusuf, Adnan Jamal dan Amrayadi. Sekolah online ini diminati karena pendaftarannya baru dibuka tanggal 5 sampai 8 April 2020, tetapi pendaftarnya sudah diangka 5.000-an," katanya.

Saiful menjelaskan, program ini sekaligus sebagai langkah alternatif dalam situasi wabah Covid-19. Apalagi hampir seluruh sekolah telah menerapkan sistem belajar online.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved