Update Corona Mamasa

Dampak Virus Corona, Harga Telur di Mamasa Capai Rp 48 Per Rak

Sebelumnya, sejak pemerintah menetapkan status siaga darurat penanganan Covid-19, Bupati Kabupaten Mamasa H Ramlan Badawi mengeluarkan surat edaran te

Semuel Masakaraeng/Tribun Timur
Telur dagangan milik Rahim mengalami kenaikan harga 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan warga yang menjadi bencana nasional non alam di Indonesia.

Bahkan sejak dua pekan terakhir, wabah Covid-19 berdampak pada naiknya harga telur di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Sebelumnya, sejak pemerintah menetapkan status siaga darurat penanganan Covid-19, Bupati Kabupaten Mamasa Ramlan Badawi mengeluarkan surat edaran terkait kesetaraan harga.

Pada surat yang dikeluarkan pertanggal 23 Maret 2020, memuat beberapa poin tentang harga eceran tertinggi beberapa item kebutuhan pokok, termasuk diantaranya harga telur.

Surat edaran itu menyusul, setelah pemerintah daerah melakukan peninjauan harga eceran kebutuhan pokok di sejumlah tokoh dan pasar.

Pada surat itu, memuat harga eceran telur per rak seharga Rp.38.000.

Namun kenyataannya, sesuai pantauan Tribunmamasa.com, sejak dua pekan terakhir harga telur di Mamasa melambung tinggi. Dari harga Rp 38.000 mencapai Rp 48.000 per rak.

Hj Ina salah seorang penjual telur di eks pasar Mamasa mengatakan harga telur yang ia menjual per rak seharga Rp 45.000.

Menurut dia, naiknya harga telur yang ia jual mengikuti harga yang ditetapkan distributor.

" Kita juga hanya mengikuti harga yang dijual orang yang antar. Kalau kita tidak kasih naik pasti kita rugi," ungkap Hj Ina kepada wartawan, Minggu (5/4/2020) petang tadi.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved