Update Corona Makassar

Putus Mata Rantai Covid-19, Prof Idrus Paturusi Ajak Pasien Terpapar Corona untuk Buka Status

Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi mengajak pasien positif Corona (Covid-19) untuk membuka diri ke publik terkait statusnya.

Screenshot Youtube dr Helmiyadi SpOT
Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi menceritakan kronologi dirinya terpapar virus Corona (Covid-19) hingga dinyatakan sembuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Idrus Paturusi mengajak pasien positif Corona (Covid-19) untuk membuka diri ke publik terkait statusnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah melakukan tracking dan mencegah penyebaran Covid-19.

Ajakan prof Idrus itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun YouTube dr Helmiyadi SpOT, Jumat (3/4/2020).

"Pada kesempatan ini saya harapkan bahwa kepada sahabat-sahabat, saudara-saudara atau kepada siapa saja yang dinyatakan telah terpapar virus mari kita berbesar hati untuk menyampaikan seperti apa yang saya lakukan," kata Prof Idrus.

Setelah menyampaikan terkait statusnya, Prof Idrus meminta semua orang yang pernah kontak dengan dirinya untuk memeriksakan diri.

"Kemudian saya panggil dr. Indiryanti dan dr. Sultan anak saya tolong sampaikan lebih clear saja bahwa bapak sakit agar supaya semua yang merasa pernah kontak dengan saya itu melakukan pemeriksaan," katanya.

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan karena mempunyai dampak besar dan sangat membantu untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Karena dampaknya sangat-sangat besar dan sangat-sangat membantu untuk bagaimana kita memutuskan mata rantai perjalanan wabah virus ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Idrus menceritakan bahwa setelah dirinya membuka diri ke publik terkait statusnya, pemerintah langsung bergerak cepat untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

"Alhamdulillah saya melihat bahwa kesigapan tim dari Sulawesi Selatan saya kira cukup bagus utamanya tim dari Bupati Gowa setelah mereka mengetahui bahwa sebelum saya dinyatakan menderita virus, mereka tahu bahwa saya ada di kebun. Mereka datang menyemprot rumah dan kemudian memeriksa orang-orang yang diperkirakan ada kontak dengan saya," ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Rudi Salam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved