Update Corona di Majene

Penyebar Hoax Pasien Covid-19 di Majene Meninggal, Terancam 6 Tahun Penjara

Pelaku bernama Rahman (19) dijerat pasal 28 (jo) pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang In

Kasat Reskrim Polres Majene
Pelaku penyebar hoax Rahman (19) diamankan di Satuan Reskrim Polres Majene, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Penyebar hoax pasien positif corona di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terancam enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Pelaku bernama Rahman (19) dijerat pasal 28 (jo) pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Rahman (19) menulis sebuah pesan di akun media sosialnya membuat keluarga pasien resah dan merasa keberatan.

"Innalilahi wa innailaihi rajium, selamat jalan dek yang positif corono telah meninggal dunia. Semoga amal ibadahmuch diterima disisi Allah,"demikian postingan pelaku di akun media sosialnya.

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji mengatakan yang dimaksudkan meninggal adalah pesien yang sementara menjalani isolasi karena positif corona di RSU Regional Provinsi Sulbar.

"Berita hoax itu viral di media sosial sejak 29 Maret. Tidak sampai 24 jam Sat Reskrim Polres Majene mengamankan pelaku setelah melakukan patroli dunia maya,"ujar AKBP Irawan.

Kata Kapolres, berdasarkan klarifikasi dengan pihak RS Regional Provinsi Sulbar mengatakan bahwa anak yang semetara diisolasi dalam perawatan kelihatan sehat dan sementara melakukan kegiatan mengaji di ruangan.

Pelaku penyebar hoax Rahman (19) diamankan di Satuan Reskrim Polres Majene, Rabu (1/4/2020).
Pelaku penyebar hoax Rahman (19) diamankan di Satuan Reskrim Polres Majene, Rabu (1/4/2020). (Kasat Reskrim Polres Majene)

"Setelah mengumpulkan bukti-bukti serta memintai keterangan saksi, polisi akhirnya mengamankan pelaku penyebar berita hoax tersebut. Saat dimintai keterangan pelaku mengakui perbuatannya,"kata dia.

Pelaku mengaku hanya iseng mengapload tanpa mengecek kebenaran berita informasi yang diterima.

"Dia (pelaku) pelaku sudah diproses di Reskrim,"ucapnya.(tribun-timur.com).

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved