Realisasi Pajak

Penerimaan Pajak Kota Makassar Surplus Rp 20 M di Triwulan I 2020

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mencatat penerimaan pajak di triwulan I 2020 menunjukkan hasil positif.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Hasriyani Latif
SALDY/TRIBUN TIMUR
Bapenda Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mencatat penerimaan pajak di triwulan I 2020 menunjukkan hasil positif.

Kasubag Keuangan Daerah Bapenda Makassar, Ilham, Kamis (2/4/2020) mengatakan secara keseluruhan penerimaan pajak mengalami surplus kurang lebih Rp 20 miliar dibanding triwulan I 2019.

"Untuk realisasi sampai dengan triwulan I 2020, kita masih surplus kurang lebih Rp 20 m, ini year on year dari keseluruhan penerimaan pajak," katanya.

Hanya saja, dia memprediksi penerimaan akan anjlok di April. Khususnya pajak hotel, restoran, maupun hiburan.

Hal tersebut lantaran Pemkot Makassar meniadakan aktivitas massal akibat pandemi virus corona.

"Yang berpengaruh pembayaran Maret bayar di April. Per 26 Maret sampai sekarang banyak wajib pungut pajak yang tutup. Seperti resto, hotel, dan hiburan," jelasnya.

Adapun penerimaan pajak hotel di triwulan I tahu 2020 mencapai Rp 26,388 miliar dan pajak restoran mencapai angka Rp 53,9 miliar.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Kota Makassar Irwan Adnan mengatakan pihaknya terus berinovasi untuk memberi kemudahan wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya.

Hal ini dilakukan guna mencapai target PAD yang telah ditetapkan untuk kepentingan pembangunan Makassar.

Kebijakan Pemkot di Tengah Pandemi Covid-19

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar memastikan member kebijakan dari bisnis Hospitality dan restoran.

"Kami sudah cek secara pasti, apakah ada hotel dan restoran yang buka, dan memang saat ini memang banyak sekali hotel yang tutup," kata Sekretaris Bapenda Kota Makassar, Suwiknyo HS.

Menurutnya, ketika tak ada tamu maka otomatis tak ada pemasukan melalui pajak khusus untuk hotel dan restoran.

"Dalam pelaporan pajak memang tak ada karena secara otomatis itu ada khusus pajak bagi pelanggan, nah hotel selama ini hanya bertugas untuk wajib pungut pajak. Dalam hal ini pemerintah juga pasti maklum atas efek Covid-19 ke dunia usaha," katanya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved