Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Mamasa

Tolak Bala Covid-19, Tokoh Adat di Balla Mamasa Gelar Ritual Ma'rompo Bamba

Ritual adat Ma'rompo Bamba atau memagar kampung dilakukan sebagai upaya menangkal wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Tayang:
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
Dok.Lembaga Adat Kecamatan Balla,
Ritual adat di Kecamatan Balla menangkal Covid-19 

TRIBUNMAMASA.COM, BALLA - Tokoh adat di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menggelar ritual adat.

Ritual adat Ma'rompo Bamba atau memagar kampung dilakukan sebagai upaya menangkal wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Ritual ini dilakukan oleh seluruh keturunan pemangku adat yang dituakan di Kecamatan Balla.

Ritual yang dilakukan para tetua, berlangsung jauh dari perkampungan, di atas bukit yang tidak dihuni oleh masyarakat.

Ritual itu berlangsung di area penggembalaan kerbau, di Desa Balla Barat, Kecamatan Balla, Rabu (1/4/2020) pagi tadi.

Pada ritual ini, dilakukan penyembelihan tiga ekor ayam dan membuat nasi lemang yang dimasak dalam bambu.

Daging ayam dan nasi lemang yang sudah dimasak ditaruh di atas kabombongan dan laludun atau tempat sesajen yang terbuat dari bambu.

Sesajen yang ditaruh di atas kambongan dan laludun, dilakukan seorang tetua dengan membaca beberapa kalimat seperti membaca doa dengan maksud mengusir wabah corona.

Sesajen itu sebagai korban persembahan bagi dewata Sang Pencipta Alam.

Selain prosesi menyembeli ayam, juga dilakukan proses mak pangngan atau makan siri dan menyajikan benda pusaka.

Ketua Lembaga Adat Kecamatan Balla, Thimas D mengungkapkan, ritual yang dilakukan sebagai upaya menangkal wabah Covid-19.

Diyakini masyarakat setempat, jika ritual itu dilakukan, masyarakat akan terhindar dari wabah corona.

Sebab ritual yang dilakukan merupakan ritual Ma'rompo Bamba atau memagar kampung dari wabah covid-19.

"Ini tradisi yang turun tenurun dilakukan masyarakat di Balla bada umumnya jika ada penyakit mewabah begitu dampaknya," ungkap Thomas.

Ritual adat di Kecamatan Balla menangkal Covid-19
Ritual adat di Kecamatan Balla menangkal Covid-19 (Dok.Lembaga Adat Kecamatan Balla,)

Kelanjutan dari prosesi ini, ada larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan warga setelah dilakukan ritual, yakni mepairan atau mengharapkan tidak terjadi mala petaka akibat corona.

Pada masa mepairan itu, warga tidak diperbolehkan menumbuk padi pada malam hari, menjemur pakaian pada malam hari, tidak menenun malam hari.

Selain itu, juga tidak diperbolehkan menebang pohon di sekitar kampung, tidak diperkenankan berteriak atau apapun yang memancing keributan.

" Jadi setelah prosesi ini, diharapkan agar warga tetap tinggal di rumah dan berpengharapan tidak terjadi bencana," pungkasnya.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(/*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved