Tribun Jeneponto

Harga Jagung di Jeneponto Anjlok, Petani Juga Keluhkan Tak Adanya Pembeli

"Kalau tahun ini bisa-bisa petani jagung gagal panen dan kalaupun panen akan mengalami kerugian," ujarnya.

Kementan
Grobogan panen raya jagung di tengah pendemi Covid-19 di Indonesia 

TRIBUN-TIMUR.COM JENEPONTO - Petani di Desa Balang Baru, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto mengeluhkan murahnya harga jagung, Rabu (1/4/2020).

"Jika dibandingkan tahun lalu, harga sekarang jauh lebih murah" ujar Daeng Nai.

"Kalau tahun ini bisa-bisa petani jagung gagal panen dan kalaupun panen akan mengalami kerugian," ujarnya.

Harga jagung kuning tahun lalu berkisar Rp 3.000 ribu lebih/kilo, namun saat ini harganya turun hanya berkisaran Rp 1.700 Ribu/kilo.

Kepala Desa Balang Baru, Darman Patta mengatakan, masalah lainnya dihadapi petani yaitu, dimana harus ia menjual jagungnya.

Hal ini terjadi setelah adanya wabah Virus Corona.

"Sejak adanya virus corona, petani jagung di desa kami mengeluh karena tak ada pembeli," tambah Darman.

Ia memperkirakan, pedagang jagung takut keluar rumah karena Virus Corona.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Muh Rakib
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved