Stok Gula Pasir
Disdag Sulsel: 10 Ribu Ton Gula Pasir dan 1.160 Ton Bawang Putih Bakal Tiba
Dinas Perdangan Sulawesi Selatan (Disdag Sulsel) merespon minimnya stok gula pasir dan bawang putih yang dibutuhkan masyarakat di pasaran.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan (Disdag Sulsel) merespon minimnya stok gula pasir dan bawang putih yang dibutuhkan masyarakat di pasaran.
Kepala Disdag Sulsel, Hadi Basalama mengatakan dalam waktu tidak lama lagi, 10 ribu ton gula pasir akan tiba di Pelabuhan Makassar.
"Bila ini datang, tentunya akan menstabilisasi harga gula pasir yang telah menjadi Rp 17 ribu-Rp 18 ribu per kilogram di pasaran," ujar Hadi via telepon, Rabu (1/4/2020).
Disdag lanjut dia, telah bekerja sama dengan distributor, Bulog Divre Sulselbar untuk memutus rantai distribusi yang panjang. Langsung ke pasar konsumsi.
"Kami proaktif, tidak hanya distibutor saja, soal angkutan hingga mempercepat bongkar muat dilakukan. Kami juga koordinasi dengan jajaran perusahaan angkutan, port dan alokasi suplai dari kementerian perdagangan," tuturnya.
Selain gula, bawang putih juga demikian. "Kita akan kedatangan 580 ton bawang putih dari Shenzhen (Tiongkok) pada 3 April. Dan pada 4 April datang lagi dari Qingdao 20 teus atau 580 ton. Jumlahnya 1.160 ton," katanya.
Menurutnya, bawang putih secara nasional hanya melayani produksi 10 persen dan sisanya impor.
"Disdag tugasnya menyediakan barang ada di publik, memastikan penyediaan suplay bagus dan harganya bagus di pasaran. Itu terus kita awasi," katanya.(*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com, @fadhlymuhammad
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-dinas-perdagangan-kadisdag-sulsel-hadi-basalama-34.jpg)