Update Corona Makassar

Minim APD, Simak Tulisan Prof Idrus Paturusi di Ruang Isolasi

Saat ini, Prof Idrus Paturusi dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanudddin (RSUH).

facebook Idrus Paturusi
Screenshot unggahan facebook Prof Idrus Paturusi. Prof Idrus menjelaskan betapa minimnya APD di rumah sakit. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Rektor Universitas Hasanudddin (Unhas) Prof Idrus A Paturusi berbagi kisah minimnya Alat Pelindung Diri (APD).

Tulisan tersebut diunggah Prof Idrus di akun facebooknya, Idrus Paturusi, Selasa (31/3/2020).

Prof Idrus dinyatakan positif Virus Corona (Covid-19) pada Rabu, (25/3/2020).

Saat ini, Prof Idrus Paturusi dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Universitas Hasanudddin (RSUH).

Dalam unggahan tersebut Prof Idrus menjelaskan betapa minimnya APD di rumah sakit.

"Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi andaikan kita sekalian tidak dapat mengatasinya. Contoh simple tadi malam waktu lepas jaga malam perawat, mereka menyampaikan bahwa maaf Prof petugas malam ini tidak ada oleh karena APD nya tidak ada, tapi mereka akan jaga diluar, namun seandainya ada pasien yg gawat tentu akan sulit ok tentu sangat berbahaya bagi mereka mendekati  pasien tanpa APD," katanya.

Berikut isi lengkap tulisan Prof Idrus yang diunggah di akun facebooknya:

Ass ww, Alhamdulillah rabbil Alamin dihari ke 6 diruang isolasi saya sekali lagi mengungkapkan terima kasih atas doa seluruh sahabat, kerabat sejawat dan masyarakat yg telah berdoa untuk kita semua utamanya untuk adik2 dan anak2ku relawan yang bertugas di front line. Semoga wabah yang kita hadapi ini bisa selesai. Saya tidak bisa membayangkan apa yg akan terjadi andaikan kita sekalian tidak dapat mengatasinya. Contoh simple tadi malam waktu lepas jaga malam perawat , mereka menyampaikan bahwa maaf Prof petugas malam ini tidak ada oleh karena APD nya tidak ada, tapi mereka akan jaga diluar, namun seandainya ada pasien yg gawat tentu akan sulit ok tentu sangat berbahaya bagi mereka mendekati  pasien tanpa APD. Alhamdulillah dengan susah payah pimpinan RS dapat mengatasinya dan mereka baru bisa masuk bertugas pd pukul 21.30, gambaran ini memberi warning betapa sulitnya keadaan seandainya kasus semakin bertambah, bagaimana mengatasinya utamanya bagaimana melindungi mereka yg bertugas. Dengan kondisi seperti ini wajib untuk kita semua masyarakat dan pemerintah untuk bahu membahu mencari jalan keluarnya. Mohon dengan sangat untuk perhatian kita semua, pemerintah dan masyarakat untuk benar2 serius menghadapi masalah ini. In shaa Allah badai akan berlaku.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Rudi Salam

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Rudi Salam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved