Rapat Gubernur Sulawesi

Gubernur Sulsel NA: Bukan Lockdown Tapi Isolasi-isolasi Perumahan Terdampak, 'Stok Pangan Aman'

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan Sulsel dan lima provinsi lainnya di Pulau Sulawesi tidak pernah mengambil kebijakan lockdown

Dok BKPRS
Suasana rapat telewicara enam gubernur se Sulawesi membahas Corona 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan Sulsel dan lima provinsi lainnya di Pulau Sulawesi tidak pernah mengambil kebijakan lockdown.

Nurdin Abdullah bersama lima gubernur di Pulau Sulawesi menggelar rapat telewicara Senin (30/3/2020).

Terkait lockdown Gubernur Sulawesi Selatan mengatan bahwa, Pemprov Sulsel tidak akan memberlakukan mengambil kebijakan lock down atau penguncian wilayah.

Nurdin Abdullah juga mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan dengan 5 gubernur yang ada di Sulawesi tentang lockdown atau penutupan wilayah secara total.

Karena itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Suasana rapat online Gubernur se Sulawesi dan pengurus BKPRS yang dipimpin Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey
Suasana rapat online Gubernur se Sulawesi dan pengurus BKPRS yang dipimpin Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (CAPTURE ZOOM)

"Bukan lockdown, tapi kita coba menerapkan isolasi-isolasi tingkatan kelurahan (Desa) atau perumahan yang diindikasi terdampak, untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih luas dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudik pada ramadhan dan idul fitri tahun 2020 termasuk memperketat pengawasan kendaraan antar provinsi.
Pemprov Sulsel meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 untuk membentuk posko pintu masuk baik pelabuhan, bandara dan perbatasan, dengan melibatkan semua unsur. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, dan lainnya.  Ini untuk memastikan warga yang baru datang terdata dengan baik, dan untuk diarahkan agar karantina mandiri," kata Nurdin Abdullah via keterangan tertulis yang diterima tribun-timur.com, Selasa (31/3/2020).

Berkaitan dengan anggaran penanggulangan covid 19 di Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman sepakat untuk menginstruksikan melakukan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan virus Covid-19.

Khususnya dari belanja non prioritas.

Menurut Gubernur Sulsel, anggaran harus disiapkan untuk tunjangan tim medis, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan peningkatan fasilitas medis di setiap rumah sakit, serta pengamanan sosial. 

Gubernur juga meminta Kepala Dinas Perdagangan agar berkoordinasi dengan Bulog, untuk memastikan stok pangan aman.

"APBD 2020 harus difokuskan untuk penanganan Covid-19 dari belanja non prioritas," kata Nurdin.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, dalam anggaran untuk penanganan Covid-19, harus dipastikan agar sosial safety net dan perencanaannya berjalan dengan baik.

Kabid Humas, Informasi dan komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sulsel, Erwin Werianto, S. STP, saat berkunjung ke redaksi tribun-timur.com berharap doa dan peran serta masyarakat Sulsel sehingga musibah ini berlalu dengan cepat. "Kami akan menyediakan info terbaru aktivitas pemerintah menangani musibah ini," kata Erwin Werianto.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved