Virus Corona

Virus Corona ( Covid-19 ) di Amerika Tertinggi di Dunia, Alasan Donald Trump Tak Lockdown New York

Kasus Virus Corona ( Covid-19 ) di Amerika Serikat tertinggi di dunia, alasan Donald Trump tak lockdown New York.

SHUTTERSTOCK
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kasus Virus Corona ( Covid-19 ) di Amerika Serikat tertinggi di dunia, alasan Donald Trump tak lockdown New York. 

WASHINGTON DC, TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus Virus Corona ( Covid-19 ) di Amerika Serikat tertinggi di dunia, alasan Donald Trump tak lockdown New York.

Kasus Covid-19 di Negeri Paman Sam kalahkan Italia dan China.

Lalu, kenapa di "ibu kota global dunia" itu tak diterapkan lockdown demi mencegah penularan virus mematikan itu?

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memutuskan pada Sabtu malam (28/3/2020) untuk tidak menerapkan lockdown di kota New York dan pada negara-negara bagian lain di AS.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) bagaimana pun tetap menyarankan kepada penduduk New York agar tidak bepergian kecuali untuk tujuan penting.

"Lockdown tidak diperlukan," tulis Donald Trump di Twitter sebagaimana dikabarkan media Perancis, AFP.

Padahal sebelumnya Donald Trump bersedia terapkan lockdown di New York karena wilayah kota New York merupakan episentrum wabah di negara 'Paman Sam' itu.

Donald Trump sebelumnya juga khawatir adanya warga New York yang 'sangat terinfeksi' merupakan ancaman bagi Florida, di mana di sana merupakan tempat liburan populer bagi orang-orang di wilayah timur laut. B

Tetapi setelah Gubernur New York, Andrew Cuomo dan Gubernur New Jersey, Ned Lamont mengatakan bahwa langkah menerapkan lockdown akan memicu kepanikan dan menyebabkan kehancuran lebih lanjut dalam hal keuangan, Donald Trump membatalkan lockdown dan menggantinya dengan 'travel advisory' alias imbauan perjalanan untuk New York.

Trump menulis, "Atas rekomendasi dari Gugus Tugas virus corona di Gedung Putih, dan setelah berkonsultasi dengan Gubernur New York, New Jersey dan Connecticut, saya telah meminta (Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS) untuk mengeluarkan travel advisory (imbauan perjalanan)."

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved