Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jangan Panik Jika Ada Pasien Corona di Sekitar Anda, Ini yang Harus Anda Lakukan

Jangan Panik Jika Ada Pasien Corona di Sekitar Anda, Ini yang Harus Anda Lakukan.

Editor: Hasriyani Latif
SHUTTERSTOCK
Masker untuk pencegahan penyebaran Virus Corona. 

Jangan Panik Jika Ada Pasien Corona di Sekitar Anda, Ini yang Harus Anda Lakukan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Virus Corona atau Covid-19 kini jadi pandemi di seluruh negara di dunia.

Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini seakan jadi momok menakutkan.

Sejumlah kota melakukan lockdown, sekolah-sekolah diliburkan, acara yang menjadi tempat berkumpulnya orang ditiadakan, hingga larangan bepergian.

Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hingga Senin (30/3/2020) jumlah kasus terkonfirmasi di 199 negara di dunia tercatat 724.565.

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 34.017 kasus, dan 152.076 pasien telah dinyatakan sembuh.

Ketika virus itu dilaporkan di Indonesia, kepanikan masyarakat muncul dengan memborong semua alat pelindung dasar, seperti masker dan hand sanitizer.

Hingga saat ini setidaknya ada 1.414 orang yang terkonfirmasi positif corona di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 122 pasien meninggal dunia dan 75 pasien dinyatakan sembuh.

Jika menjumpai seseorang di sekitar Anda terinfeksi virus corona, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:

1. Jangan panik

Seorang psikolog klinis dari Steven Taylor meminta publik untuk tetap tenang ketika menjumpai ada orang di sekitarnya terinfeksi.

Kepanikan tersebut biasanya datang dari informasi salah yang banyak menyebar melalui media sosial. "Kita bisa bersiap tanpa panik," kata Steven, dilansir dari CNN.

2. Dengarkan otoritas kesehatan setempat

Jika ada seorang dipastikan terinfeksi Covid-19, segera beritahu otoritas kesehatan setempat. Hal itu perlu dilakukan agar mendapat panduan tentang langkah-langkah tepat yang harus diambil.

3. Lakukan pencegahan dasar

Hal-hal seperti mencuci tangan dan menutup mulut saat batuk atau bersin dengan siku atau tisu merupakan hal yang sangat membantu dalam mencegah penyebaran virus.

Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan dengan setidaknya 60 persen alkohol bisa digunakan sebagai pengganti. Sebaiknya, hindari bangunan berventilasi buruk karena dapat meningkatkan risiko virus.

4. Bekerja dari rumah dan hindari keramaian

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan warga untuk tinggal di rumah jika wabah terjadi di lingkungan sekitar Anda.

Artinya, masyarakat bisa bekerja dari rumah dan menghindari tempat-tempat ramai. Tak harus memisahkan diri dari kehidupan publik, tetapi kewaspadaan adalah kuncinya.

5. Mengisolasi diri bukan berarti tak ada kontak

CDC merekomendasikan untuk tetap berhubungan dengan orang lain, baik melalui telepon atau aplikasi perpesanan.

Hal itu sangat diperlukan, khususnya bagi seseorang yang memiliki kondisi medis kronis dan hidup sendiri.

Seorang profesor di Divisi Geratrik dari Departemen Kedokteran University of California-San Francisco Carla Perissinotto mengatakan, isolasi jangka panjang sebenarnya dapat mempengaruhi hidup seseorang.

Sebab kesepian dan depresi adalah salah satu risiko besar kematian pada orang dewasa yang lebih tua.

"Saya tidak berpikir solusi sepenuhnya tanpa kontak sosial adalah jawabannya. Ada beberapa kehati-hatian yang perlu kita miliki dalam menjaga jarak sosial, tetapi kita juga harus berhati-hati untuk tidak mengisolasi lebih banyak," kata Carla.

Menurutnya, isolasi jangka panjang justru akan berubah menjadi sesuatu yang sangat merugikan.

Hindari Kebiasaan Menyentuh Wajah

Sejumlah upaya dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

Salah satunya menjaga kebersihan sekitar dan kebersihan badan.

Seperti diketahui, mulut, hidung, dan mata adalah area yang rawan sekali virus masuk jika tangan kita tidak bersih.

Karenanya disarankan untuk mengurangi kebiasaan menyentuh wajah.

Yang jadi masalah, sudah menjadi kebiasaan jika kita sering menyentuh wajah

Entah untuk menggosok hidung yang gatal, mengucek mata lelah, atau mengusap bibir dengan punggung tangan.

Bahkan sebuah studi menyebutkan, kebiasaan menyentuh wajah biasa dilakukan orang sebanyak 16 kali setiap jamnya.

Dan dengan kebiasaan menyentuh wajah ini ditakutkan resiko untuk tertular akan semakin besar.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Ya tentu saja dengan menghentikan kebiasaan menyentuh wajah.

Zachary Sikora, doktor di Rumah Sakit Northwestern Medicine Huntley, memberikan beberapa tipsnya.

"Ingatlah untuk selalu menjauhkan tanganmu dari muka, dengan begitu kamu jadi lebih sadar dengan apa yang akan kamu lakukan," ungkapnya seperti yang dikutip Grid.ID dari Healthline.

Selain itu, ia juga menyarankan agar menempatkan catatan kecil atau post-it-notes di setiap sudut rumah atau kantor.

Hal ini gunanya untuk mengingatkan kamu agar tidak menyentuh wajah.

Tips lain adalah dengan membuat tangan sibuk atau memegang sesuatu agar tidak reflek memegang wajah.

"Buat tanganmu sibuk. Jika kamu sedang di rumah cobalah melipat cucian, memilah-milah surat, atau memegang sesuatu," tambahnya.

Namun jika memang diperlukan, lanjut Sikora, kamu dapat menyentuh wajah dengan tisu agar menghindari kontak langsung antara tangan dan wajah.

Rajin-rajin mencuci tangan dengan sabun juga perlu agar membunuh kuman-kuman serta bakteri setelah kita memegang benda-benda.

Sebab, tindakan pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari penularan virus corona.(*)

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/184500465/jika-ada-pasien-virus-corona-di-sekitar-anda-sebaiknya-lakukan-hal-berikut".

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved