Update Corona Sulsel

DPRD Sulsel Silakan Gubernur Otoriter Tangani Corona

Meminta Gubernur Sulsel menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah melakukan perubahan parsial APBD kabupaten/kota

TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Banggar DPRD Sulsel menyetujui dana senilai Rp 500 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel dalam rapat Banggar di ruang Paripurna DPRD Sulsel, Jumar (2732020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Ni'matullah Erbe meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah melakukan perubahan parsial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota.

"Kita menghimbau yang kontesnya lebih menekan karena surat edaran gubernur tak efektif. Maksud saya tidak bisa kita himbau itu kabupaten/kota dengan surat, memang harus ditekan untuk juga melakukan perubahan parsial APBD," kata Ulla sapaan Ni'matullah.

Apa fokusnya? Kata Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel tersebut, bagaimana kabupaten dan kota menyiapkan safety net karena yang paling kena dampaknya adalah masyarakat ekonominya ke bawah.

"Kalau tidak bisa dalam bentuk besar, dalam bentuk raskin saja, saya kira sudah cukup. Kalau ini merata di daerah saya kira parsial APBD tidak banyak, paling Rp 30-50 miliar," jelas Ulla.

Karena itu, Ulla berharap Gubernur Sulawesi Selatan menginstruksikan kepada bupati dan wali kota untuk membuat dana parsial APBD untuk menanggulangi wabah virus corona atau Covid-19.

Menurut Ulla, saat ini Sulsel tidak butuh pemimpin demokratis, Sulsel butuh kepala daerah yang bertindak cepat mengambil keputusan terkait wabah virus mematikan tersebut.

"Ini rekomendasi DPRD Sulsel. Silakan pak gubernur otoriter dalam menangani wabah virus corona ini. Karena tidak mungkin kita mau dengarkan semua, pasti ada tertinggal, pasti ada tidak terlayani, pasti ada marah," kata Ulla.

Sebelumnya, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (Banggar DPRD Sulsel) menyetujui dana senilai Rp 500 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sulsel.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah Erbe menyatakan bahwa anggaran tersebut tidak sekaligus turun, tapi dibagi dua tahap. Pertama senilai Rp 250 miliar, lalu sisanya demikian.

"Dua kali turun. Rp 250 miliar itu anggaran selama dua atau tiga bulan ke depan. Kalau kondisinya semakin parah, kita akan tambah Rp 250 miliar lagi. Jadi total Rp 500 miliar disepakati Banggar," tegas Ketua Partai Demokrat Sulsel ini di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (27/3/2020).

Halaman
123
Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved