Virus Corona

Bukan Jakarta Lockdown, Anies Baswedan Minta Karantina Wilayah ke Jokowi, Apa Bedanya? Penjelasan

Bukan Jakarta lockdown, Anies Baswedan minta karantina wilayah ke pemerintahan Jokowi, apa bedanya? Penjelasan.

ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Suasana salah sudut Ibu Kota saat kendaraan melintas di Jalan Underpass, Kuningan, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama ibu kota lebih lengang dibandingkan hari biasa karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran Virus Corona ( Covid-19 ). Akankah lockdown diterapkan di Jakarta? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bukan Jakarta lockdown, Anies Baswedan minta karantina wilayah ke pemerintahan Jokowi, apa bedanya? Penjelasan.

Beda lockdown dan karantina wilayah dalam kasus pandemi Covid-19.

Bukan Jakarta lockdown, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta pemberlakuan karantina wilayah DKI Jakarta demi mencegah penyebaran Virus Corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.

Permintaan itu disampaikan Anies Baswedan kepada pemerintah pusat.

Namun, di dalam usulannya itu, Anies Baswedan juga meminta sejumlah sektor usaha tetap bergerak jika karantina wilayah benar-benar diberlakukan.

"Pertama adalah energi, yang kedua adalah pangan, ketiga adalah kesehatan, keempat adalah komunikasi, dan kelima adalah keuangan. Itu yang kami pandang perlu mendapat perhatian," ujar Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Senin (30/3/2020).

Anies Baswedan menyampaikan, 5 sektor itu adalah sektor-sektor mendasar sehingga harus tetap berjalan.

Selain 5 sektor itu, ada pula sektor-sektor mendasar lainnya yang harus tetap beroperasi.

"Tidak terbatas 5 (sektor). Artinya kebutuhan-kebutuhan pokok, dan lain-lain tetap harus bisa berkegiatan seperti semula. Jadi lima itu esensial, energi, kesehatan, pangan, komunikasi, dan keuangan," kata Anies Baswedan.

Pemerintah pusat sebelumnya menyatakan sudah menerima permintaan dari Anies Baswedan untuk memberlakukan karantina wilayah di Ibu Kota.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved