Breaking News:

Puluhan Hotel Tutup Sementara

26 Hotel Tutup Sementara Akibat Corona, PHRI Sulsel Prediksi Kerugian Hingga Rp 2 Miliar Per Hari

PHRI Sulsel memprediksi total kerugian hotel yang tutup sementara gegara corona kisaran Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 2 miliar per hari.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
DOK TRIBUN TIMUR
Ketua PHRI Sulsel - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memprediksi total kerugian hotel yang tutup sementara gara-gara corona kisaran Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 2 miliar per hari.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, kerugian atau kehilangan potensi pendapatan dbisa mencapai Rp 2 miliar perhari dengan asumsi 50 persen tidak terisi dari total kamar.

"Dari 26 hotel yang tutup tersebut dengan asumsi 50 persen tidak terisi dari 15 ribu kamar dengan harga jual hanya Rp 200 ribu per malam," katanya pada Tribun Timur, Senin (30/3/2020).

Untuk itu, PHRI Sulsel menyurati Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb terkait permohonan kebijakan keadaan darurat.

Permintaan PHRI Sulsel ini untuk mengatasi lesunya industri pariwisita akibat meluasnya pandemi virus corona.

Imbasnya, 26 hotel dan 33 restoran ditutup sementara dan karyawan dirumahkan (bukan PHK) hingga akhir Mei 2020.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, berdasarkan hasil video conference dengan Gubernur Sulsel serta berbagai pihak lainnya diputuskan agar pemkot membantu hotel dan restoran berupa insentif pajak hotel dan restoran.

Selain itu, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) domain pemerintah kota perlu dipertimbangkan untuk tidak diberlakukan dalam kondisi saat ini.

Serta, keringanan tarif PDAM, bahkan Gubernur memberi catatan karena hotel dan restoran sepi maka penggunaannya tidak banyak sehingga tak ada salahnya diberikan keringanan tarif.

"Selain tiga hal tersebut, PHRI berharap juga treatment khusus pinjaman bank untuk kredit investasi di atas Rp 10 miliar diberikan relaksasi perbankan untuk pembayaram bunga pokok selama satu tahun, mengingat penjelasan pimpinan OJK menitipberatkan relaksasi terhadap fasilitas Rp 10 miliar," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved