Pilkada 2020

Prediksi Firdaus: Corona Belum Reda Juni Nanti, Pilkada Serentak Ditunda

Penundaan Pilkada Serentak 2020 dianggap sebagai usulan tepat, di tengah perjuangan bangsa menghadapi serangan wabah.

abd azis/tribuntimur.com
Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penundaan Pilkada Serentak 2020 dianggap sebagai usulan tepat, di tengah perjuangan bangsa menghadapi serangan wabah Virus Corona atau Covid-19.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Firdaus Muhammad menilai, pada prinsipnya, pencoblosan yang dijadwal 23 September bisa ditunda jika ada tahapan penting tertunda semisal penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Apalagi kalau hingga Juni situasi belum normal, maka akan berpengaruh pada tahapan demi tahapan," ujarnya saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Logikanya, kata dia, jika ada tahapan yang tidak dimaksimalkan, maka akan berdampak pada proses dan kualitas pilkada.

"Jadi perlu dipertimbangkan untuk menunda waktu pencoblosan, jika ada tahapan krusial yang tidak maksimal kalau tidak ditunda," katanya.

Menurutnya, semua kalangan harus melupakan sementara persoalan lain dan berkonsentrasi menghadapi wabah ini, termasuk urusan pilkada.

Mengingat semua tahapan pilkada berisiko memicu penularan virus Corona.

“Hampir semua tahapan pilkada itu berisiko menjadi pusat penyebaran virus. Sebab, semua tahapan berjalan dengan kontak fisik antar individu yang besar,” katanya.

Firdaus menjabarkan, beberapa tahapan penting pilkada yang berpotensi menjadi penyebar virus mematikan ini.

Mulai tahapan verifikasi calon perseorangan di mana verifakator di lapangan wajib bertemu muka dengan pendukung dalam verifikasi faktual.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved