Bilik Disinfektan

Efektifkah Penggunaan Bilik Disinfektan Cegah Virus Corona? Ini Penjelasannya

Untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona (Covid-19), berbagai cara dilakukan oleh pemerintah hingga masyarakat.

Efektifkah Penggunaan Bilik Disinfektan Cegah Virus Corona? Ini Penjelasannya
ist
Dr Yusnita Rifai

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Untuk meminimalisir penyebaran Virus Corona (Covid-19), berbagai cara dilakukan oleh pemerintah hingga masyarakat. Salah satunya adalah dengan penggunaan bilik disinfektan.

Invovasi bilik disinfektan itu disebut efektif untuk membersihkan diri dari virus corona.

Namun, Ketua Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Fakultas Farmasi Universitas Hasanudddin (Unhas), Dr Yusnita Rifai menilai hal tersebut kurang efektif.

Dia menjelaskan bahwa virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 berukuran sangat kecil dengan luas jelajah yang besar sehingga lama bertahan pada permukaan benda.

Menurutnya, dibutuhkan cairan antiseptik untuk membunuh virus sebab antiseptik memang diperuntukkan bagi kulit manusia, bukan cairan disinfektan.

"Menurut WHO, box penyiraman disinfektan berpotensi karsinogenik (zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker) jika digunakan berkali-kali dalam waktu lama oleh karena pilihan cairannya yang sebenarnya ditujukan untuk non-human (benda mati) seperti, klorin, benzalkonium klorida, lysol, dan lain-lain," jelasnya saat dihubungi tribun-timur.com, Minggu (29/3/2020).

Yusnita menjelaskan bahwa cairan yang digunakan sangat mengiritasi mata dan saluran pernafasan.

"Cairan yang dipergunakan untuk disinfeksi, misalnya alkohol, lysol, benzalkonium klorida, klorin, ini sangat mengiritasi mata dan saluran pernafasan, juga sangat toksik (beracun)," terangnya.

Dikatakan, orang yang masuk dalam bilik disinfektan kurang dari satu menit tidak cukup untuk menginaktifkan protein virus.

"Orang yang masuk ke bilik disinfektan kurang dari satu menit, di mana lamanya waktu kontak dengan cairan disinfektan tidak cukup menginaktivasi protein virus contact timenya dipersingkat, dengan cara melakukan gerakan mekanis, misalnya menggosok-gosokkan cairan pada tangan," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Rudi Salam
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved