Jokowi Pecat Tidak Hormat Komisioner KPU RI Evi Novida, Sempat Diperiksa KPK Juga soal Harun Masiku

Jokowi Pecat Tidak Hormat Komisioner KPU RI Evi Novida, Sempat Diperiksa KPK Juga soal Harun Masiku

Jokowi Pecat Tidak Hormat Komisioner KPU RI Evi Novida, Sempat Diperiksa KPK Juga soal Harun Masiku
Ist
Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik menandatangani komitmen sumpah jabatan usai dilantik Presiden Joko Widodo, Selasa (11/4/2017) di Istana Negara. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Joko Widodo memecat secara tidak hormat Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik melalui keputusan presiden (keppres) 

Keppres tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) setelah dinilai melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Dokumen itu ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Maret 2020 atau lima hari pascaputusan DKPP diterbitkan.

Dalam keputusannya, presiden menyebutkan bahwa Evi Novida Ginting Manik memenuhi syarat untuk diberhentikan secara tetap sebagai Komisioner KPU RI masa jabatan 2017-2022 karena berdasar putusan DKPP Evi telah terbukti melanggar kode etik.

"Memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat Dra. Evi Novida Ginting Manik, M.SP. sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum Masa Jabatan Tahun 2017-2022. Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," demikian bunyi penggalan Keppres.

Menurut Evi, keppres tersebut telah ia terima pada Kamis (26/3/2020)

"(Keppres) sudah ibu terima hari ini," kata dosen FISIP USU itu, Kamis malam.

Meski begitu, Evi mengaku tetap pada rencana awalnya, bakal menggugat putusan DKPP itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Akan menggugat ke PTUN," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Evi Novida Ginting Manik dipecat dari jabatannya sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved