PSSI

Dampak Virus Corona, PSSI Sepakat Gaji Pemain, Pelatih dan Official Tim Hanya Dibayar 25 Persen

Yakni meminta PSSI dan PT LIB agar menimbang masalah gaji pemain selama beberapa bulan imbas dari Covid-19 (Virus Corona).

TRIBUN TIMUR
Striker PSM Makassar, Giancarlo Lopes Rodrigues saat menggiring bola kala PSM menjamu Barito Putera yang berkhir 1-1 di Stadion Mattoanging, Makassar, (15/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), secara resmi memenuhi masukan 10 klub peserta Liga 1, termasuk PSM Makassar.

Yakni meminta PSSI dan PT LIB agar menimbang masalah gaji pemain selama beberapa bulan imbas dari Covid-19 (Virus Corona).

Masukan itu diantaranya dengan memangkas gaji pemain yang dibayarkan selama beberapa bulan ke depan.

Jika sebelum wabah Corona ada, pemain, pelatih bahkan official bisa mendapat gaji sebanyak 100 persen, namun untuk sementara hanya 25 persen saja.

Pembayaran gaji 25 persen itu dibayarkan terhitung sejak Liga 1 dan Liga 2 resmi dihentikan pada Maret sampai kompetisi kembali bergulir.

Dalam surat resmi PSSI yang ditandatangani Ketua Umum, Mochamad Iriawan telah menimbang masukan 10 klub dan menghasilkan enam keputusan.

Salah satu keputusan adalah PSSI menetapkan bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu.

Yakni terkait bencana Covid-19 maka status keadaan Kahar (Force Majeuere).

"Berdasarkan ayat pertama, maka klub Liga 1 dan Liga 2, dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah disepakati," bunyi poin kedua surat PSSI, Jumat (27/3/2020).

"Yakni antar klub dan pemain, pelatih, dan official atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban kontrak kerja," sambung poin kedua dari PSSI.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved