Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dampak Virus Corona di Wajo

Gula Pasir Naik, Tomat Turun, Berikut Daftar Harga Sembako di Wajo

Pandemik virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah tempat usaha ditutup untuk sementara waktu di Kabupaten Wajo.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional di Sengkang, Kabupaten Wajo. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Pandemik virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah tempat usaha ditutup untuk sementara waktu di Kabupaten Wajo.

Keputusan itu diambil pemerintah, guna mencegah penyebaran virus yang telah merenggut nyawa ribuan orang di dunia.

Beberapa bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami kenaikan harga.

Namun, tak sedikit juga bahan pangan yang harganya anjlok akibat merebaknya wabah tersebut.

Gula pasir, sejak pemerintah Indonesia mengumunkan ada warga yang positif Covid-19 awal Maret 2020 ini, stoknya sudah mulai menipis dan harganya melonjak.

Hingga kini, gula pasir di Kabupaten Wajo masih di kisaran Rp 16.000 sampai Rp 18.000 per liter. Padahal sebelumnya, harga gula pasir Rp 12.500 per liter.

Bawang putih yang sempat meroket pada awal Februari 2020 lalu, kini mulai menurun. Jika sebelumnya harganya Rp 50.000 per kilo, kini turun menjadi Rp 38.000 per kilo.

Sedang bawang merah yang sebelumnya Rp 45.000 per kilo, kini menjadi Rp 32.000 per kilo.

Selain bawang, cabai rawit dan tomat juga turun harga.

Cabai rawit yang sebelumnya di kisaran Rp 30.000 per kilo, kini menjadi Rp 22.000 per kilo. Tomat yang sebelumnya Rp 13.000 per kilo, kini turun menjadi Rp 10.000.

Dari data Dinas Perindustruan, Perdagangan, Kooperasi dan UMKM Kabupaten Wajo, harga cabai besar yang paling anjlok. Jika sebelumnya Rp 30.000 per kilo, kini menjadi Rp 7.000 per kilo.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Kooperasi dan UMKM Kabupaten Wajo, Andi Sahar penurunan harga di pasaran juga merupakan efek dari mewabahnya virus corona.

"Kemungkinan pasokannya yang banyak atau pasokan tetap tetapi diakibatkan kurangnya masyarakat yang ke pasar akibat virus corona," katanya, Kamis (26/3/2020).

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini ada 18 orang di Kabupaten Wajo yang masuk dalam kategori orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved