Mamasa Lawan Corona

Ini Kendala Penaganan Covid-19 di Mamasa Menurut Ketua TRC Dinas Kesehatan

Segala upaya dilakukan pemerintah kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dalam mencegah wabah Covid-19.

Ini Kendala Penaganan Covid-19 di Mamasa Menurut Ketua TRC Dinas Kesehatan
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MESAKARAENG
Ketua Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan Mamasa, Amos Pampabone 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Segala upaya dilakukan pemerintah kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dalam mencegah wabah Covid-19.

Mulai dari meliburkan pegawai, sekolah, penyemprotan disinfektan di sejumlah pelayanan publik dan pengendara yang melintas dari luar daerah.

Meski begitu, namun ternyata banyak kendala yang dihadapi Mamasa dalam penanganan secara teknis terhadap pasien Covid-19, seperti disampaikan Ketua Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan.

Ketua Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa, sekaligus Sekretaris Dinkes Mamasa, Amos Pampabone menyebutkan, tak ada tenaga kesehatan yang punya nyali terlibat penanganan corona.

Hal tersebut diungkap Amos Pampabone saat diminta membeberkan data terkait jumlah pasien di Mamasa yang berstatus orang dalam pemantauan.

"Maaf saudara kami bukan hanya mengurusi data, masih banyak persiapan yang jauh lebih penting yang harus kami juga siapkan.

Sementara tidak banyak tenaga kesehatan yang bernyali dan tulus untuk di persiapkan dalam tim ini," ungkap Amos Pampabone via Whatsapp, Selasa (24/3/2020).

Selain menyinggung soal ketersediaan tenaga medis, Amos juga menyinggung soal juknis alur pelayanan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Amos ketika ditanya terkait kendala yang dihadapi Mamasa dalam menentukan orang dalam pemantauan (OPD) menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

Bahwa ada masalah di Mamasa soal penentuan status pasien karena terkendala peralatan, sehingga maksimal yang bisa dideteksi adalah status ODP

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved