Kebijakan Pajak Hotel

Terdampak Wabah Covid-19, PHRI Sulsel Tunggu Kebijakan Pajak Pemkot Makassar

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengakui bisnis hotel dan resto mengalami dampak negatif dari wabah Corona Virus Disease 2019.

sukmawati/tribun-timur.com
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Anggiat Sinaga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anggiat Sinaga mengakui bisnis hotel dan resto mengalami dampak negatif dari wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Anggiat Sinaga bisnis hospitality saat ini sedang tiarap.

"Tiarap karena sama sekali tidak ada event, tingkat huni hanya 10-15%, outlet restoran tidak ada pengunjung," kata Anggiat, Minggu (22/3/2020).

Sehingga, PHRI yang padat karya telah bersurat ke wali kota Makassar kemudian ditembusankan ke DPRD agar hotel dan resto diberi insentif dengan membebaskan dari kewajiban bayar pajak hotek dan resto.

"Karena saat ini benar-benar tiarap kondisinya," kata general manager Hotel Claro Makassar ini.

Saat ini, PHRI Sulsel sudah merumahkan beberapa karyawan.

"Secara bertahap sudah dieumahkan dan pastix akan menyusul lagi bulan depan," katanya.

Saat ini, Anggiat sudah mendapatkan informasi stimulus pajak hotel sedang digodok di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar. "Katanya digodok Bapenda," katanya. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved