Lapas Kelas IIA Parepare
Masker di Pasaran Langka, Warga Binaan Lapas Parepare Buat Puluhan Masker dari Kain Bekas
Ada beberapa warga binaan yang memiliki keterampilan menjahit, sehingga memilih untuk membuat masker sendiri.
Penulis: Darullah | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-PAREPARE.COM, PAREPARE - Mengatasi kelangkaan masker di pasaran, ibu-ibu warga binaan Lapas Kelas II A Parepare membuat masker sendiri.
Ada beberapa warga binaan yang memiliki keterampilan menjahit, sehingga memilih untuk membuat masker sendiri.
Masker tersebut mereka buat dari bahan potongan kain bekas penjahit baju ataupun celana.
Per harinya mereka mampu membuat 25-30 masker.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Lapas Kelas II A Parepare, Indra Setiabudi Mokoawago kepada TribunParepare.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (22/3/2020).
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa masker yang sudah dibuat tersebut bisa digunakan sendiri, ataupun untuk pengunjung warga binaan yang tidak menggunakan masker.
"Setidaknya bisalah menutupi mulut dan hidung kita dengan adanya masker tersebut," katanya.
Saat ini, menemukan masker sekarang sangat susah.
Mesin jahit disediakan untuk warga binaan yang memiliki kemampuan menjahit ataupun yang baru belajar menjahit.

Lapas Kelas II A Parepare berlokasikan di Jl Lingkar Tassiso Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Sekadar diketahui bahwa jam besuk di Lapas Kelas II A Parepare ditiadakan untuk sementara waktu.
Jam besuk, kini diganti dengan video call via Whatsapp antara warga binaan dan keluarganya.
Laporan Wartawan TribunParepare.com, Darullah, @uull_darullah
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)