Citizen Reporter

Cegah Corona, SMK Farmasi PPM Al Ikhlash Produksi Sendiri Hand Sanitizer

Santri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas, Sulbar berhasil memproduksi sendiri Hand Sanitizer

Cegah Corona, SMK Farmasi PPM Al Ikhlash Produksi Sendiri Hand Sanitizer
Citizen Reporter/Abrar Agus
Santri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas, Sulbar berhasil memproduksi sendiri Hand Sanitizer di tengah maraknya wabah corona (covid-19). 

Citizen Reporter, Abrar Agus (Humas PPM Al Ikhlas) melaporkan dari Polman

Polman - Santri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas, Sulbar berhasil memproduksi sendiri Hand Sanitizer di tengah maraknya wabah corona (covid-19).

Inisiasi produksi Hand Sanitizer ini dilakukan untuk memenuhi Hand Sanitizer yang dibutuhkan ratusan santriwan santriwati PPM Al Ikhlas menyusul maraknya kasus virus corona yang mulai masuk ke pulau Sulawesi.

Adanya penemuan ini, bisa menjadi alternatif pengganti Hand Sanitizer pabrikan. Meski begitu, pihak SMK PPM Al Ikhlas mengaku hanya memproduksi untuk skala kebutuhan Pesantren saja, untuk santri, pembina dan pengunjung pesantren.

"Tidak menutup kemungkinan, jika kasus covid-19 ini berjangka panjang dan Hand Sanitizer pabrikan makin langka di pasaran, bisa saja kita produksi untuk masyarakat di luar pesantren, jelas Kepala Sekolah SMK PPM Al Ikhlas, Nilam Cahya, Jumat (20/3/2020)

Ia menjelaskan, proses pembuatan Hand Sanitizer ini cukup sederhana jika dibandingkan dengan Hand Sanitizer pabrikan yang beredar dan diperjual belikan.

"Dalam proses produksinya kita hanya menggunakan Alkohol 70%, Popelinglikol, Gliserin, pewarna, Parfum non alkohol. Ini lebih sedikit dan proses pembuatannya lebih sederhana dibanding Hand Sanitizer pabrikan," lanjutnya.

Nilam yang juga guru pendamping tim penelitian produksi Hand Sanitizer ini menambahkan, perpaduan bahan-bahan tersebut terbukti bisa menjadi antimikroba.

Hal itu juga telah dikuatkan dengan tes laboratorium. Rencananya, pihak Pesantren akan memproduksi dalam jumlah banyak untuk kalangan internal. Hal ini untuk mengantisipasi virus covid-19.

"Selain itu saat ini kita juga sedang mencoba produksi disinfektan yang akan kita gunakan untuk membersihkan mikroba yang hidup pada benda mati," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Islam Al Ikhlas, Imadudin Zikir, mengapresiasi langkah inisiatif para santri dan guru yang berhasil memproduksi Hand Sanitizer secara mandiri di tengah wabah corona.

"Tentu kita sangat mengapresiasi inisiatif para santri dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona ini. Di tengah situasi seperti ini kita memang butuh inovasi akan kebutuhan kesehatan. Dan Alhamdulillah, PPM Al Ikhlas berhasil melakukan satu langkah kongkrit dengan menciptakan Hand Sanitizer sendiri," jelas Imadudin.

Ia menambahkan, per hari ini Jumat (20/3/2020) pihak Pesantren juga mengambil kebijakan untuk meliburkan sementara para santri demi mencegah penularan virus corona di lingkungan pondok pesantren.

"Per hari ini juga kita merumahkan sementara semua santri tanpa terkecuali selama dua pekan menyusul adanya imbauan dari pemerintah Polewali Mandar dan Gubernur Sulbar demi mencegah covid-19 ini," tutupnya.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved