Pilwali Makassar 2020

Pilwali Makassar Zona Rawan, Ketua KPU Tawarkan Konsep Menyenangkan

Saiful dalam diskusi itu menyatakan, dalam mengantisipasi potensi kerawanan pada penyelenggara Pilkada 2020

abd azis/tribun-timur.com
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar menggelar diskusi bertema 'Pilkada Demokratis Tantangan dan Harapan' di Warkop Cappo, Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar menggelar diskusi bertema 'Pilkada Demokratis Tantangan dan Harapan' di Warkop Cappo, Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar, Kamis (19/3/2020).

Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Makassar Farid Wajdi, Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad dan Panit 1 Unit 2 Subdit 1 Direktorat Reskrimum Polda Sulsel Iptu Laode Samsul Nana.

Saiful dalam diskusi itu menyatakan, dalam mengantisipasi potensi kerawanan pada penyelenggara Pilkada 2020, Bawaslu telah membuat produk IKP.

Menurutnya, dari 12 Pilkada di Sulsel Bawaslu RI menetapkan Pilkada Makassar sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan berdasarkan pengalaman pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Karena itu, katanya, Bawaslu di 12 daerah, khususnya di Makassar berusaha semaksimal mungkin agar tahapan Pilwali Makassar berjalan sesuai aturan, tidak ada yang dicederai.

"Jadi ada empat variabel yang menjadi dasar dalam menentukan IKP, yakni dimensi berkaitan dengan konteks sosial politik, dimensi berkaitan pelaksanaan Pemilu yang bebas dan berkeadilan, dimensi yang berkaitan dengan kontestan dan dimensi partisipasi politik," kata Saiful, Kamis (19/3/2020).

Sementara Farid Wajdi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan dan langkah-langkah dalam menyukseskan Pilkada Makassar 2020.

"Dari hasil pemetaan kami di KPU, sekira 10 persen dari total pemilih kita di Makassar merupakan pemilih pemula. Ini sangat besar potensi anak-anak muda yang akan menentukan pilihannya," kata Farid.

Atas pemetaan itu, KPU Makassar merubah model kampanye tahapan mereka. Mencari seperti apa keinginan mereka.

"Tahun 2020 adalah tahunnya anak muda. Inilah yang membuat kami merubah model kampanye untuk menarik pemilih pemula dalam berpartisipasi di Pilkada Makassar," jelasnya.

Menurutnya, KPU menyadari bahwa sudut pandang masyarakat dalam memahami penyelenggaraan Pilkada masih cenderung bersifat negatif.

Hal itu disebabkan oleh beberapa praktek yang merusak sistem demokrasi tersebut.

"2020, KPU menawarkan konsep Pilkada yang menyenangkan dengan cara memfasilitasi dan mengeksplorasi aspek positif dari figur yang akan mengikuti kontestasi politik nanti," katanya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved