Citizen Reporter

Banyak Dapat Pertanyaan Masalah Virus Corona di Jepang

Terus terang saya bingung, kok dimana-mana bahas corona? Lalu bagaimana orang Jepang menanggapi wabah corona ini?

Banyak Dapat Pertanyaan Masalah Virus Corona di Jepang
Ist
Yuniar Afifah Nur

Yuniar Afifah Nur
Mahasiswi Master Department Design and Architecture Nagoya City University asal Makassar melaporkan dari Jepang

SEJAK wabah corona meluas, saya yang sedang kuliah di Jepang banyak mendapat pesan pertanyaan WhatsApp dari teman-teman di Makassar terkait kondisi Jepang.

Terus terang saya bingung, kok dimana-mana bahas corona? Lalu bagaimana orang Jepang menanggapi wabah corona ini?

Menurutku orang Jepang tidak panik. Tapi mereka melakukan tindakan pencegahan dengan baik. Bukan hanya dari himbauan pemerintah tapi awareness tiap individu juga sangat berperan penting.

Teman-teman di Indonesia banyak banget yang udah menyuarakan tips pencegahan, sudakah anda melakukannya dengan tindakan? Jangan sepelekan menggunakan masker, cuci tangan dan social distance.

Di Jepang tiap hari ada ribuan orang berdesak-desakan menggunakan subway atau transportasi publik lainnya. Kebanyakan dari mereka tidak diliburkan. Tapi mereka melalukan tindak pencegahan yang baik. Seperti membagikan masker ke tiap pegawai, menyediakan alkohol pembersih tangan di setiap pintu keluar dan masuk ruangan, bahkan di depan hotel atau kantor.

Biasanya mereka menyediakan asbak dan kursi bagi perokok tapi sejak virus corona mewabah kebanyakan dari kantor ini menghilangkan fasilitas tersebut.

Menurutku mereka melakukan tindakan yang realistis dan patut dicontoh mengingat perkembangan kasus tiap negara berbeda. Jepang merupankan negara yang bisa menekan dan menangani kasus dengan baik jika dibandingkan dengan negara lainnya seperti Italia dan Korea.

Pada 18 Februari terdapat 72 kasus di Jepang, 32 kasus di South Korea, dan tidak diketahui di Italia. Tapi setelah 10 Maret meningkat 581 kasus di Jepang dan pertambahan drastis 7513 kasus di Korea dan 10.249 kasus di Italia.

Dari data ini kita bisa menyimpulkan Jepang cukup bisa menekan angka penularan. Jepang dari dulu terkenal bersih. Kita juga bisa mengadaptasi budaya orang Jepang dalam menghadapi kasus ini. Misalnya mereka mencuci bajunya setiap hari jadi saat kita diharuskan beraktifitas di luar rumah ada baiknya ditiru untuk menetralisir rumah dari virus dan kuman dari lingkungan luar.

Selain itu, kurangi kontak fisik seperti berjabat tangan meskipun merupakan budaya yang baik bagi kita tapi masih ada cara lain untuk menyapa dan memberi hormat contohnya dengan salam.

Di Jepang dalam budaya mereka menyapa atau menyampaikan hormat cukup dengan membungkuk, mereka tidak menjabat tangan salah satu alasannya karena alasan kebersihan.

Karena banyak belajar dari pola hidup bersih mereka, saya jadi tidak ikutan panik tapi tetap ikut melakukan tindakan pencegahan karena virus corona memang bukan sesuatu yang bisa disepelekan mengingat penularannya sangat cepat bahkan negara yang di sebut dengan sistem kesehatan terbaik dunia seperti Jerman pun menangani banyak kasus.

Buat teman-teman, jangan panik tapi lakukanlah tindakan pencegahan sebisa mungkin. Karena menyepelekan sesuatu wabah dapat menjadi petaka pada diri kita, orang-orang di sekitar kita bahkan pada skala kota dan negara, all in all jangan lupa berdoa agar dijauhkan dari penyakit ini, karena dimanapun kita saat Tuhan menghendaki kita sehat maka sehatlah kita.

Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved