Kebutuhan Pokok di Sinjai

Jelang Bulan Suci Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Sinjai Dinilai Cukup

Misalnya beras yang bisa dipastikan mencukupi hingga bulan Ramadan tiba nanti. Meski saat ini mengalami kenaikan hingga Rp500 per liternya.

Jelang Bulan Suci Ramadan, Stok Kebutuhan Pokok di Sinjai Dinilai Cukup
Syamsul Bahri/Tribun Timur
Bupati Sinjai Andi Seto sedang memberikan keterangan kepada media di Sinjai, Selasa (17/2/2020). 

TRIBUN TIMUR.COM,SINJAI- Pemerintah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menjamin ketersediaan pangan kebutuhan pokok di aman hingga memasuki bulan suci Ramadan 1441 Hijriah pada tahun 2020 masehi.

Menurut Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), kepastian ketersediaan pangan tersebut dinilai cukup memadai.

Misalnya beras yang bisa dipastikan mencukupi hingga bulan Ramadan tiba nanti. Meski saat ini mengalami kenaikan hingga Rp500 per liternya.

Stok komoditi lainnya yang melimpah kata Seto seperti cabai rawit, cabai besar dan keriting, bawang merah, jagung, daging, ayam hingga sayur-mayur.

Hal itu dikarenakan Kabupaten Sinjai yang juga daerah penghasil atau produsen komoditi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam waktu dekat akan panen besar.

"InysaAllah tidak ada masalah karena hasil laporan OPD terkait stok pangan kita masih stabil hingga Ramadan tiba nanti dan harga masih terbilang stabil", kata Seto pada Selasa (17/3/2020).

Sedang daerah pemasok beras terbanyak di Sinjai berasal dari Kecamatan Sinjai Selatan dan Kecamatan Sinjai Timur.

Bupati Sinjai Andi Seto sedang memberikan keterangan kepada media di Sinjai, Selasa (17/2/2020).
Bupati Sinjai Andi Seto sedang memberikan keterangan kepada media di Sinjai, Selasa (17/2/2020). (Syamsul Bahri/Tribun Timur)

Meski kebutuhan pokok tetap aman stoknya namun ada beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga seperti gula pasir yang dijual hingga Rp17-18 ribu per liternya, bawang putih dengan harga melonjak dikisaran Rp50 ribu per kilogram dan telur ayam ras dikisaran Rp42 ribu per raknya.

Menanggapi hal tersebut, ASA mengaku akan melakukan koordinasi dengan Bulog dan distributor sebab kenaikan harga pada Gula Pasir dan Bawang putih tidak hanya terjadi di Kabupaten Sinjai namun menyeluruh dampak dari isu virus corona. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved