Ceroboh Saat Pacaran, Video 'Panas' Siswi Jadi Viral di WhatsApp, Nasib Korban Kini Menyedihkan

Ceroboh saat pacaran, video 'panas' siswi jadi viral di WhatsApp, nasib korban kini menyedihkan.

THINKSTOCK
Ilustrasi. Ceroboh saat pacaran, video 'panas' siswi jadi viral di WhatsApp, nasib korban kini menyedihkan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ceroboh saat pacaran, video 'panas' siswi jadi viral di WhatsApp, nasib korban kini menyedihkan.

Petaka menimpa seorang anak di bawah umur gegara aktivitasnya di dunia maya.

Seorang siswi asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ( Jabar ) berumur 15 tahun melaporkan dugaan pemerasan oleh mantan pacarnya berinisial E (23) dengan modus menyebarkan video porno korban.

Korban didampingi ibu kandungnya beserta tim Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mendatangi ruang SPK Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3/2020) siang.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, awalnya korban mengaku berkenalan dengan pelaku yakni seorang pria asal Palembang, Sumatera Selatan ( Sumsel ) di media sosial Facebook 11 bulan lalu.

Sudah 7 Meninggal di Indonesia, Gejala atau Ciri-ciri Virus Corona, Penyebaran, Jangan Sepelekan

Kok Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam Blunder soal TKA China di Kendari? Coba Lihat Pengalamannya

Kabar Baik, Vaksin Virus Corona Ditemukan hingga Cerita Pasien Pertama yang Disuntik, Tonton Video

Seiring berjalannya waktu, korban pun menjalani pacaran di dunia maya tanpa pernah bertatap muka sekalipun sampai bertukar nomor WhatsApp.

Sejak awal Juni 2019 lalu, korban mulai diminta untuk melakukan adegan porno dengan pelaku melalui video call WhatsApp sampai dengan Februari 2020.

"Anehnya, korban awalnya selalu menuruti permintaan pelaku selama ini. Adegan pornonya dilakukan saat video call dengan pacarnya itu melalui saluran WhatsApp," kata Ato kepada wartawan saat mendampingi korban melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa siang.

Hampir setiap hari korban diminta memerankan adegan porno oleh pelaku melalui saluran video call WhatsApp.

"Kalau jumlahnya tak terhitung sesuai pengakuan korban. Jadi ada seperti magic juga karena korban selalu menuruti pelaku yang belum pernah ditemuinya itu. Adegan itunya mulai Bulan Juni 2019 sampai Februari 2020 kemarin," kata Ato.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved